Profil Singkat Aktivis Kalimantan Selatan Anang Rosadi yang Terang-terangan Dukung Lisa Halaby di Pilkada Periode 2024 hingga 2029

INIKALSEL.COM – Aktivis Kalimantan Selatan Anang Rosadi menegaskan soal diskualifikasi di Pemilihan Wali Kota Banjarbaru itu sama dengan tidak ada orangnya.
Tidak hanya itu dia juga mengatakan bahwa di pilkada Periode 2024 hingga 2029 dia mendukung Lisa Halaby.
Penegasan Anang Rosadi itu sampaikan untuk menanggapi banyaknya tanggapan yang menilai Pilwali Banjarbaru 2024 tidak berjalan demokratis dan tidak fair untuk calon Wali Kota yang didiskualifikasi.
“Diskualifikasi itu tidak ada orangnya, berbeda dengan kotak kosong, berbeda dengan hanya satu paslon. Diskualifikasi adalah orang yang tidak berhak bertanding,” jelas Anang Rosadi hari ini Sabtu 30 November 2024, sebagimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari KBK.NEWS.
Pada kesempatan ini, aktivis senior Kalimantan Selatan ini juga menyampaikan berbeda pendapat dengan Prof Denny Indrayana yang menyarankan Lisa Halaby mundur.
Sebab, menurutnya semuanya berjalan sesuai aturan dan perundangan, serta tidak terkait dengan perolehan suara sah 30 persen dan suara tidak sah 70 persen.
“Bung Denny menyampaikan agar Lisa mundur, maka seandainya saya tidak akan mundur, jangankan 30 persen di bawah 30 persen pun saya tidak akan mengundurkan diri. Mengapa? Bukan berarti saya tidak tahu malu, sebab diskualifikasi itu tidak ada orangnya,” pungkasnya.
Dengan hal tersebut tidak sedikit orang yang bertanya terkait, siapa Aktivis Kalimantan Selatan Anang Rosadi itu?
Anang Rosadi adalah pria yang lahir pada tanggal 19 September 1962 yang artinya saat ini ia usianya sudah 62 tahun.
Pria berusia 62 tahun tersebut adalah anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa pada masa bakti 2004-2009.
Dia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kalimantan Selatan pada masa jabatan 2004–2009.
Lansia asal Banjarmasin tersebut aktif di Partai Kebangkitan Bangsa, tetapi kini dia sudah punya tiga anak yang bernama Revlita Rosadi, S.KG & Anang Ferdinan rosadi S.H & Rassia Nurani Rosadi S.H.
Anak dari Anang Adenansi itu sempat harus menelan pil pahit ketika namanya tak tercantum dalam Daftar Calon Tetap atau biasa disingkat DCT DPR RI 2024.
Karena nama Anang Rosadi Adenansi yang semula ada di Daftar Calon Sementara atau biasa disingkat DCS dengan nomor urut 4 sebagai bacaleg Partai NasDem di daerah pemilihan Kalimantan Selatan 1, tiba-tiba tergeser oleh kehadiran Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.
Sikap Partai NasDem yang tak memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada Anang mengenai perubahan ini membuatnya merasa dizalimi.
Anang Rosadi Adenansi merasa bahwa keputusan yang sempat ia rasakan itu tidak adil dan tak mengikuti etika politik yang baik.
“Sejatinya, persaingan dalam dunia politik adalah hal biasa, namun yang saya sesalkan adalah perubahan ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada dialog atau pembicaraan dari partai,” ungkap Anang.
Anang bahkan menilai bahwa perubahan pencalonan DPR ini bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Partai NasDem, yang sebelumnya dikenal dengan semangat pemberantasan korupsi dan perubahan.
“Saya selalu mendukung anti-korupsi dan perubahan. Saya ingin mewujudkannya melalui pencalonan legislatif,” tambahnya.
Tak puas hanya dengan menyatakan kekecewaannya, Anang memiliki rencana untuk mengambil jalur hukum terkait situasinya.
Mantan Anggota DPRD Kalsel periode 2004-2009 ini dengan tegas langsung berkomunikasi dengan organisasi advokat Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia atau biasa disingkat P3HI dan tak lama ia pun mengajukan gugatan ke pengadilan.
Anang juga telah mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia atau biasa disingkat Bawaslu RI.
Sementara itu, saat ini Anag memberikan memberikan tanggapan terkait situasi sekarang seolah dengan kebijakan dan kepala dingin.
Anang Rosadi Adenansi menyuarakan Pencalonan Aditya Mufti Ariffin sebagai calon wali kota Banjarbaru dibatalkan itu adalah langkah yang tepat.
Sebab menurut Anang adalah tentang berpolitik kuncinya harus santun dan berjuang, karena nilai-nilai tersebut merupakan cerminan dari jiwa wakil rakyat.***
BACA JUGA
