Sisi Unik Dibalik Kemenangan Pasangan Lisa Halaby-Wartono di Pilkada Banjarbaru Kalimantan Selatan, Ada Apa?

Sisi Unik Dibalik Kemenangan Pasangan Lisa Halaby-Wartono di Pilkada Banjarbaru Kalimantan Selatan, Ada Apa?
Pasangan Lisa Halaby-Wartono (IG / @hj.lisahalaby)

INIKALSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendapat sorotan publik di Pilkada periode 2024-2029 ini.

Salah satu alasan yang menjadikan Pemilihan Kepala Daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan dilirik publik karena tingginya jumlah suara tidak sah yang ditemukan hampir di setiap tempat pemungutan suara.

Di sejumlah tempat pemungutan suara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini banyaknya jumlah suara tidak sah bahkan melebihi perolehan suara calon tunggal.

Karena masyarakat Banjarbaru, Kalimantan Selatan sebelumnya mengetahui bahwa ada pesaing pasangan Lisa Halaby-Wartono yang namanya tidak kalah terkenal di Banjarbaru.

Pasangan Lisa Halaby-Wartono sebelumnya mendapat dukungan hampir semua partai politik, salah satu contohnya terjadi di TPS 26, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru Selatan, tempat Lisa Halaby mencoblos. Berdasarkan pantauan INIKALSEL.COM di situs resmi KPU dan inibalikpapan.com, suara tidak sah di TPS tersebut tercatat sebanyak 237. Sedangkan pasangan Lisa Halaby-Wartono hanya memperoleh 161 suara.

Secara keseluruhan, suara tidak sah tercatat mendominasi di 386 dari 403 TPS di Banjarbaru dan diketahui ada Gerakan Masyarakat Banjarbaru yang mencatat bahwa persentase suara tidak sah mencapai 68,69 persen.

Hal itu tentu saja jauh melampaui suara sah yang hanya 31,40 persen, tetapi hasil resmi yang benar-benar akurat saat ini masih menunggu real count KPU.

Lantaran hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarbaru mengenai fenomena ini.

Diketahui bahwa sebelumnya, Pilkada Banjarbaru 2024 ada dua pasangan calon: pasangan nomor urut 1, Lisa Halaby-Wartono, dan pasangan nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin-Said Abdullah.

Namun, pasangan Aditya-Said yang merupakan petahana didiskualifikasi oleh KPU dan Bawaslu, hingga akhirnya Lisa Halaby-Wartono menjadi pasangan tunggal di Banjarbaru.

Untuk kasus Aditya, pihak berwenang melanggar Pasal 71 ayat 3 Undang-Undang Pilkada karena menggunakan jargon “juara” dalam kampanye—jargon yang sama dengan yang mereka gunakan selama pemerintahan.

Satu sisi, melalui akun Instagram resmi Lisa Halaby, wanita beragam Islam itu menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat Banjarbaru dalam Pilkada.

“Terima kasih atas dukungan, doa, dan partisipasi warga Banjarbaru dalam menyukseskan Pilkada 2024,” tulis wanita pemilik nama lengkap Erna Lisa Halaby.

Tidak hanya itu, bahkan hingga kini pemenang Pilwalkot Banjarbaru tersebut masih merespon berbagi postingan dari masyarakat yang memberikannya selamat atas kemenangan itu.

Lantas siapa Lisa-Wartono?

Lisa Halaby

Lisa Hlaby memiliki nama lengkap Erna Lisa Halaby, dia pernah maju sebagai Cawalkot Banjarbaru.

Wanita kelahiran 11 September 1979 itu merupakan ASN pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru pada tahun 2000.

Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia atau STIEPAN itu diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2007.

Setahun kemudian, surat resmi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berhasil ia kantongi, lalu setelah sempat menjadi staf di Bagian Umum, pada 2015 Lisa mendapat dua kali promosi kenaikan jabatan.

Dengan jabatan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Komet, dan Sekretaris Lurah Loktabat Utara, pada 2018 dia kembali mendapat promosi kenaikan jabatan sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesejahteraan pada Bagian Kesra. Perempuan berdarah campuran Banjar – Timur Tengah ini kemudian pensiun pada 10 Juni 2024.

Wanita yang mendirikan Yayasan Abdul Aziz Halaby itu juga fokus mengurusi sekolahan yang bergerak di bidang kemasyarakatan, pendidikan, agama, dan sosial, sebagai pengawas.

Di sana ia berfokus pada Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dengan naungan yayasan, saat ini sekolah tersebut sudah memiliki santri sebanyak 570 orang dan terus bertambah setiap tahunnya karena memang bebas biaya, alias gratis.

Tak hanya anak-anak, para orang tua yang belum bisa membaca Al Qur’an dengan benar pun diberi ruang yang sama untuk belajar di Yayasan Abdul Aziz Halaby.

Di yayasan yang namanya diadopsi dari nama sang ayah Lisa Halaby yakni Abdul Aziz Halaby tersebut pada 2023 juga telah berdiri dan beroperasi, yang dimulai dari SD Al Halaby Islamic School.

Setidaknya ada 100 anak yang saat ini sedang menuntut ilmu di SD Al Halaby Islamic School dan antusiasme masyarakat menyekolahkan anaknya di SD Al Halaby Islamic School sangat tinggi, tapi karena masih fase penambahan gedung, jumlah siswa masih dibatasi.

Tak hanya aktif di yayasan, perempuan yang memiliki Instagram dengan pengikut sebanyak 27,9 ribu itu pada 11 September 2024 ini juga telah mendirikan Majelis Taklim Halaby yang mempercayakan dirinya sebagai pimpinannya.

Wartono

Wartono saat ini menjabat Wakil Wali Kota Banjarbaru itu diketahui pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru periode 2014-2019.

Pria kelahiran Yogyakarta, 26 Februari 1966 itu juga pernah dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Banjarbaru periode 2019-2020.

Politisi PDIP itu selain menjadi Wakil Wali Kota Banjarbaru, saat ini Wartono juga menjabat Ketua DPC Banjarbaru.

Ketua DPC PDIP tersebut merupakan ayah empat anak yang menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Kulon Progo, dengan menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di daerah tersebut.

Sementara gelar sarjananya ia dapat dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia Banjarmasin dan diketahui lulus pada 2003.

Tidak hanya itu, lelaki berusia 58 tahun ini pernah bekerja sebagai Direktur BPR Kota Banjarbaru dan pernah menjadi Sub Kontraktor Area Kalimantan Telkomsel Project.***

Tinggalkan Komentar