Adab Mendidik Anak Agar Terhindar dari Pergaulan Bebas

INIKALSEL.COM – Adab mendidik anak agar terhindar dari pergaulan bebas. Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, Al-Ghazali menjelaskan tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh ada dalam pendidikan pada anak.
وَصِيَانَتُهُ بِأَنْ يُؤَدِّبَهُ وَيُهَذِّبَهُ وَيُعَلِّمَهُ مَحَاسِنَ الْأَخْلَاقِ وَيَحْفَظَهُ مِنَ الْقُرَنَاءِ السُّوْءِ … وَيَحْفَظُ الصَّبِيَّ عَنِ الصِّبْيَانِ الَّذِيْنَ عَوَّدُوْا التَّنَعُّمَ وَالرَّفَاهِيَّةَ وَلُبْسَ الثِّيَابِ الْفَاخِرَةِ وَعَنْ مُخَالَطَةِ كُلِّ مَنْ يُسْمِعُهُ مَا يُرَغِّبُهُ فِيْهِ فَإِنَّ الصَّبِيَّ مَهْمَا أُهْمِلَ فِي ابْتِدَاءِ نُشُوْئِهِ خَرَجَ فِي الْأَغْلَبِ رَدِيْءَ الْأَخْلَاقِ
Artinya, “Menjaga anak adalah dengan mendisiplinkannya, mendidiknya, mengajarinya akhlak yang baik, dan melindunginya dari teman yang buruk…dan melindungi anak dari anak-anak yang terbiasa dengan kenikmatan, kemewahan, dan memakai pakaian mewah, serta dari pergaulan dengan siapa pun yang memperdengarkannya hal-hal yang dapat membuat anak suka dengan kemewahan. Karena jika anak terabaikan di awal masa pertumbuhannya, kemungkinan besar dia akan tumbuh menjadi orang dengan moral yang buruk.
Sehingga melalui uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mendidik anak tidak hanya menjaga fisiknya, tapi juga agama dan akhlaknya. Karena anak yang baik agama dan akhlaknya juga akan mendatangkan pahala bagi pendidiknya.
Sebaliknya, bila anak memiliki agama dan akhlak yang buruk, maka pendidiknya juga akan mendapatkan dosa.
Sehingga salah satu cara agar anak baik akhlak dan agamanya adalah menjaga anak dari pergaulan bebas. Dengan mengelompokkan anak di lingkungan yang baik maka anak akan terbiasa dengan hal-hal yang baik.
Karena lingkungan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak selain gen dari orang tuanya. Anak yang terbiasa berbicara jujur dan santun akan senantiasa melakulannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ia juga akan berlaku demikian pada temannya.
Lalu bila seluruh temannya melakukan hal yang sama, maka anak lain di lingkungan tersebut juga akan berpotensi meniru kejujuran dan kesantunannya.
Demikian pula sebaliknya. Bila anak terbiasa hidup dengan baik tapi seluruh temannya suka pamer, berfoya-foya, boros, berbohong, dan tidak santun, maka lambat laun ia bisa terseret dengan pergaulannya dan menjadi sama dengan temannya.
Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi pada anak kita. Sehingga memilih-milih teman memang harus dilakukan sejak sedini mungkin. Karena salah pergaulan bisa menyeret anak dalam dosa dan kebiasaan buruk.
Naudzubillah.
BACA JUGA
