BPBD Kalsel Apresiasi BNPB Yang Tanggap Aplikasikan TMC Sebagai Mitigasi Bencana

INIKALSEL.com – Mitigasi bencana sangat penting di Kalimantan Selatan (Kalsel), tak hanya saat musim hujan seperti saat ini, tetapi juga saat musim kemarau, begitu sebut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Faried Fakhmasnyah.
“Kalsel, selama ini, sangat terbantu dengan keberadaan informasi berbagai elemen sehingga memungkinkan kami dalam perkuat mitigasi bencana di provinsi ini,” katanya seperti dikutip dari Info Publik. “Termasuk atas bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB.”
Faried juga sampaikan apresiasi utnuk BNPB karena beri respon cepat akan kondisi bencana di Kalsel, terlebih saat banjir.
Ia katakan jika usulan Gubernur Kalsel langsung dapatkan respon dari BNPB, yang langsung lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk langkah konkret sebagai upaya penanggulangan bencana.
“Alhamdulillah kami sejak kemarin dibantu BNPB melalui operasi TMC. Hal ini sebagai bentuk perlindungan nyata pemerintah pusat untuk warga Kalsel,” imbuhnya.
Ia lanjutkan bahwa operasi TMC dapat selalu diaktifkan jika terjadi cuaca ekstrem di Kalsel. Terutama karena efektivitasnya yang capai 70 persen.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Kepala BNPB atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel. Karena selama ini telah tunjukkan kepedulian besar akan kondisi di daerah kami,” tambah dia.
Ia merasa optimis upaya BNPB bakal makin tingkatkan efektivitas mitigasi bencana sehingga dapat mendukung kinerja BPBD Kalsel. Terutama ancaman banjir di Kalsel.
Kepedulian Gubernur Kalsel Akan TMC
Sebagai informasi, teknologi TMC Ini memang menjadi perhatian Gubernur Kalsel H Muhidin dalam perkuat mitigasi dampak banjir.
Pada Rabu 29 Januari, Gubernur Kalimantan Selatan itu katakan pihaknya baru terima surat dari BMKG tentang rencana modifikasi cuaca di Kalsel dimana BNPB langsung melakukan tindak lanjut.
H Muhidin sebut teknologi modifikasi tersebut bertujuan kendalikan hujan supaya tidak menjadikan banjir lebih parah.
Terlebih di kawasan yang telah terdampak.
Implementasi teknologi ini adalah dengan semai garam ke awan sehingga hujan dapat dipercepat pada lokasi lebih aman, sebelum awan bergerak ke wilayah rawan banjir.
“Melalui modifikasi cuaca seperti ini, semisal ada awan tebal di atas laut, jadi kita akan hujankan di lau tersebut. Maksudnya, awan tebal itu tidak turun di tempat yang sudah terkena banjir,” kata Muhidin kala itu.
Ia tegaskan bahwa teknologi ini bakal selalu diimplementasikan selama ada anggaran.
“Sekali modifikasi anggaran capai Rp400 juta dimana kita akan laksanakan modifikasi hujan ini selama ada anggarannya,” katanya.
BACA JUGA

