Tidak Melulu Uang, Ini Ragam Sedekah Menurut Hadist Rasulullah

INIKALSEL.COM – Ragam sedekah menurut hadist Rasulullah. Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, sedekah tidak hanya berupa pemberian materi pada orang miskin.
Namun Abu Hurairah menyebut bahwa melakukan kebaikan juga termasuk sedekah. Sehingga pahala sedekah bisa dirasakan oleh seluruh muslim, tidak hanya bagi si kaya saja.
Seperti misalnya menyingkirkan duri di jalan, berbicara dengan bahasa yang santun dan sopan, membantu orang lain, dan lain-lain. Karena sedekah termasuk amalan yang bersifat sosial (al-muta’ddiyah). Artinya, manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang, termasuk diri sendiri.
Senada dengan hal tersebut, Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa sedekah memang bisa dilakukan dengan non materi seperti yang disebutkan di atas. Namun sedekah ini termasuk yang dianjurkan, bukan sedekah wajib.
Sementara itu, penjelasan tentang sedekah non materi ini disampaikan oleh Ibnu Bathal dalam Syarah Shahih al-Bukhari. Diman manusia dianjurkan untuk menggunakan anggota tubuhnya untuk kebaikan sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat Allah Subhahanu wa Ta’ala.
Penulis kitab ‘Umdatul Qari Badruddin al-Ayni juga menambahkan bahwa semua amal kebaikan yang dilakukan secara keikhlasan, maka pahalanya sama dengan pahala sedekah.
Sehingga umat muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menggunakan seluruh anggota tubuhnya untuk kebaikan. Karena keutamaan sedekah ini dan Allah telah memudahkan manusia dalam berbuat kebaikan. Bila tidak mampu memberi secara materi, maka gunakan lisanmu untuk berkata baik maka itu adalah sedekah bagimu.
Lebih lanjut, kitab Adab al-Mufrad, al-Bukhari juga menulis bahwa, bila seseorang tidak mampu untuk melakukan kebaikan, minimal ia dianjurkan untuk menahan diri dari menganggu orang lain.
Sehingga orang lain mendapat ketenangan dan kenyamanan sehingga itu bisa menjadi sedekah baginya.
Jadi bisa dikaji lebih dalam lagi, sedekah memang tidak semata hanya tentang materi. Sehingga amalan ini seolah hanya bisa dilakukan oleh si kaya saja.
Padahal, Allah menyediakan kesempatan yang sama bagi seluruh hamba-Nya dalam beramal dengan melakukan kebaikan, yang pahalanya setara dengan kebaikan.
Oleh karenanya, biasakan lah untuk berbuat baik. Mulai dari membantu orang menyebrang jalan, menurut saat disuruh oleh orang tua, hingga akur dengan saudara. Karena semua kebaikan itu hanya akan kembali pasa dirimu sendiri.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
