5 Tuntunan yang Diajarkan Rasulullah Agar Dimudahkan Sakaratul Maut

5 Tuntunan yang Diajarkan Rasulullah Agar Dimudahkan Sakaratul Maut
Ilustrasi Sakaratul Maut (Pexels/Anna Shvets)

INIKALSEL.COM – Sakaratul maut adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kondisi saat seseorang menjelang kematian, di mana jiwa akan berpisah dari jasad.

Setiap muslim pasti menginginkan sakaratul maut yang husnul khotimah dan lancar. Untuk meraih predikat ini, umat muslim tentu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menemui akhir hayatnya dalam keadaan yang terbaik.

Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, ada beberapa tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar dimudahkan saat sakaratul maut.

1. Memperbanyak syukur dan melunasi hak orang lain

Syukur membuat seorang muslim tidak iri dan dengki dengan nikmat orang lain. Dimana iri dan dengki adalah penyakit hati berbahaya yang bisa memicu berbagai dosa lainnya.

Dengan bersyukur seseorang juga tidak membandingkan nasibnya dengan orang lain karena ia telah merasa cukup. Jika sudah begitu ia akan ikhlas dengan takdir dan rezeki yang Allah tetapkan padanya.

Sementara melunasi hak orang lain akan memudahkan seorang muslim untuk menuju surga. Karena ia tidak akan tertahan sebelum masuk ke surga walau amal ibadahnya banyak.

2. Berwasiat pada keluarga dan memohon ampunan

Memohon ampun harusnya selalu dilakukan umat muslim karena manusia adalah tempatnya salah, khilaf, dan lupa. Dengan memohon ampun pada Allah diharapkan kita tidak dihukum atas dosa yang telah dilakukan. Sehingga sakaratul maut menjadi lebih lancar.

3. Membaca atau mendengarkan Al-Qur’an serta menjaga shalat

Membaca atau mendengarkan Al-Qur’an serta menjaga shalat juga bisa memudahkan sakaratul maut. Karena shalat adalah tiang agama dan amal pertama yang akan dihisab di hari kiamat serta meninggalnya termasuk dosa yang tidak bisa disepelekan.

Sehingga bila seorang muslim shalatnya sudah benar sesuai tuntunan dan syariat, maka diharapkan ia akan dimudahkan di akhir hayatnya saat sakaratul maut.

4. Menasihati keluarga agar sabar dan tidak menangis berlebihan

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang mayit akan disiksa dengan sebab tangisan orang yang masih hidup.” (H.R al-Baihaqi No. 7416).

Maksud dari hadits ini adalah para ulama fiqih sepakat yang dimaksud menangis berlebihan adalah meratap, merobek kantong, dan memukul pipi.

Sehingga demi kebaikan jenazah, ia harus berwasiat sebelum meninggal agar keluarga sabar dan tidak menangis berlebihan agar ia bisa kembali pada Allah dengan tenang.

5. Memperbanyak membaca La ilaha illallah saat mendekati ajal

Bacaan La ilaha illallah akan membuat seseorang tetap berada dalam keimanan dan islamannya. Sehingga dianjurkan untuk terus dibaca menjelang ajal agar umat muslim meninggal dalam keadaan iman dan Islam.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar