Apakah Kaum Pelangi Terbentuk Karena Gen, Pemberian Allah, atau Lingkungan?

INIKALSEL.COM – Apakah kaum pelangi itu terbentuk karena gen, pemberian Allah, atau karena lingkungan?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٤٩
wa ming kulli syai’in khalaqnâ zaujaini la‘allakum tadzakkarûn
Artinya: Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah). (QS. Adz-Dzariyat ayat 49)
Dilansir melalui Instagram @taulebih.id, ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu itu sebagai dua hal berdampingan atau berlawanan. Contohnya seperti siang dan malam, hidup dan mati, surga dan neraka, jantan dan betina, kaya dan miskin, termasuk laki-laki dan wanita.
Dalam ayat yang lain Allah SWT menegaskan bahwa:
لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۗ يَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ الذُّكُوْرَۙ ٤٩
lillahi mulkus-samâwâti wal-ardl, yakhluqu mâ yasyâ’, yahabu limay yasyâ’u inâtsaw wa yahabu limay yasyâ’udz-dzukûr
Artinya: Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. Asy-Syura ayat 49).
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT hanya menciptakan dua jenis kelamin manusia yaitu laki-laki dan perempuan.
Sehingga melalui kedua ayat Al-Qur-an di atas jelas membantah bahwa kaum pelangi berasal dari ciptaan Allah. Karena Allah hanya menciptakan dua jenis kelamin dan secara merela secara berpasang-pasangan (berlawanan).
Sehingga sikap dan penyimpangan yang dilakukan kaum pelangi jelas melanggar dan bertentangan dengan apa yang ditetapkan Allah.
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٧٨
wallâhu akhrajakum mim buthûni ummahâtikum lâ ta‘lamûna syai’aw wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abshâra wal-af’idata la‘allakum tasykurûn
Artinya: Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl 78)
Sehingga seseorang tidak bisa berdalih bahwa penyimpangan yang ia lakukan berasal dari Allah. Karena sesuai ayat di atas, Allah mengeluarkan seseorang dari perut ibunya dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Sehingga apa yang ia lakukan selama hidup didunia adalah berdasarkan atas ikhtiar dan usaha dari manusia itu sendiri.
Sikap kaum pelangi ini juga tidak berasal dari gen. Ada 5 faktor yang membuat seseorang memiliki penyimpangan seksual.
1. Pengetahuan
Seorang muslim yang minim ilmu agamanya bisa mudah mengalami penyimpangan seksual karena ia mengira semua ini adalah pemberian Allah. Sehingga ia bisa terjerumus ke dalam dosa dan perilaku yang salah. Padahal, Allah telah menjelaskan perkara LGBT ini melalui ayat di atas.
2. Pengasuhan
LGBT juga bukan berasal dari genetik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kembar identik memiliki genetik yang sama. Namun kembar identik bisa salah satunya mengalami penyimpangan orientasi seksual sementara yang lainnya tidak.
Hal ini bisa terjadi karena pola pengasuhan seperti karena pengalaman traumatis, hal tidak menyenangkan, hingga terpapar video porno. Sehingga salah satu dari kembar identik yang memiliki gen yang sama persis bisa mengalami penyimpangan dan terjerumus menjadi kaum pelangi.
3. Pengalaman
Pengalaman masa lalu juga bisa membuat seseorang terjerumus dalam LGBT. Seperti korban kekerasan seksual, mereka berpotensi untuk mengubah orientasi seksualnya.
4. Pertemanan
Lingkungan juga tak kalah berpengaruh dalam menentukan keberhasilan keimanan seseorang. Karena lingkungan pertemanan yang salah bisa membuat seseorang terpengaruh dan terseret arus ke hal negatif. Termasuk dalam hal LGBT.
Terbiasa melihat sesuatu yang salah membuat seseorang lama-kelamaan bisa menormalisasi hal tersebut. Bahkan tanpa ia sadari ia juga menjadi bagian dari keburukan tersebut.
5. Paparan Media
Mirip seperti nomor 4, Terbiasa melihat konten LGBT di media sosial bisa membuat seseorang lama-kelamaan menormalisasi hal tersebut kemudian menirunya.
Saat ini sudah banyak kampanye LGBT secara halus maupun terang-terangan di berbagai media. Mulai dari iklan, film, musik, variety show, meme, hingga trend viral.
Sehingga kita sebagai umat muslim harus membentengi diri dan mempertebal keimanan agar tidak goyah dan terseret dalam hal yang dilaknat Allah.
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW bersabda,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).
Hadist ini terang-terangan melarang transgender, laki-laki yang mirip wanita dan sebaliknya. Termasuk juga orientasi dan perilaku homoseksual.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyimpangan dan sikap kaum pelangi BUKAN terbentuk karena gen dan pemberian Allah, melainkan karena lingkungan.
Wallahu Alam
BACA JUGA
