Sudah Memaafkan Tapi Masih Belum Melupakan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

INIKALSEL.COM – Memaafkan dan meminta maaf adalah sifat terpuji yang diajarkan dalam islam. Sehingga setelah membuat kesalahan, seseorang tetap bisa berhubungan baik dengan orang lain dan tidak memutus tali silaturahmi.
Hal ini karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Sehingga wajar bila seseorang khilaf dan tidak sengaja melakukan kesalahan.
Namun, bagaimana bila seseorang sudah minta maaf dan kita memaafkan tapi belum bisa melupakan kejadian tersebut?
Apakah islam juga memerintahkan umatnya untuk memaafkan dan melupakan kesalahan orang yang berbuat khilaf?
Mengatur hati dan perasaan agar bisa sabar dan lapang memang tidak mudah. Namun dengan iman yang kita miliki, umat islam sepatutnya senantiasa berusaha untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. Sehingga bila suatu saat kita tidak sengaja melakukan kesalahan, kita juga diampuni.
Dalam islam, kita tidak diperintahkan untuk melupakan kesalahan orang yang meminta maaf. Bila ia sudah meminta maaf dan kita menghindar bertemu agar tidak teringat akan sakit yang ia timbulkan, maka ini diperbolehkan.
Ustad Hanan Attaki pun menceritakan kisah di zaman Rasulullah SAW. Kondisi ini mirip dengan keadaan Nabi dengan Wahsi, orang yang membunuh Hamzah, pamannya setelah fathum Makkah.
Setelah Wahsi meminta maaf, bertaubat, dan masuk islam, Nabi sudah memaafkannya karena membunuh pamannya. Namun meski begitu, Nabi menyarankan agar ia sebaiknya tidak menemuinya.
Karena saat Nabi melihat Wahsi, Nabi tidak bisa melupakan kejadian di Uhud saat Hamzah terbunuh.
Momen Rasulullah dengan Wahsi ini mengisyaratkan bahwa kita tidak harus melupakan kejadian yang menyakitkan tersebut walau sudah memaafkannya.
Karena wajar bila sulit untuk melupakannya. Sama seperti Rasulullah, menghindari bertemu dengan orang yang menyakiti kita lebih baik untuk menekan rasa sakit dan dendam bila keduanya bertemu.
Namun, jangan terburu-buru membatasi diri dengan semua orang yang menyakitimu. Karena bisa saja kamu yang melakukan kesalahan dalam masalah tersebut.
Namun pola pikir dan sudut pandang yang salah membuatmu merasa menjadi korba dan tersakiti. Sehingga beri jeda diri sendiri untuk berfikir. Renungkan kejadian yang kamu alami sambil meminta petunjuk Allah agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
