Apakah Meninggal Karena Kecelakaan itu Mati Syahid?

INIKALSEL.COM – Apakah meninggal karena kecelakaan termasuk syahid?
Ada banyak penyebab orang meninggal dunia. Tidak hanya sakit, seseorang bila meninggal karena kecelakaan, kebakaran, bencana alam, tenggelam, hingga meninggal tanpa sebab.
Dalam islam, penyebab seseorang meninggal bisa membuatnya tergolong mati syahid yang artinya mendapat pahala yang luar biasa dari Allah.
Menurut beberapa ulama, ada beberapa jenis mati syahid yang ditulis dalam kitab. Lantas apa sajakah penyebab mati syahid? Simak penjelasannya dalam artikel ini, ya!
Dilansir melalui laman resmi stainkepri.ac.id, ada 3 golongan syahid menurut para ulama. Pertama, syahid dunia wal akhirah, syahid dunya, dan syahid akhirat.
syahid dunia wal akhirah adalah kondisi saat seseorang meninggal saat perang fi sabilillah. Kedua, syahid dunya adalah kondisi saat seseorang meninggal karena berperang di jalan Allah tapi niatnya hanya untuk harta dan kedudukan.
Ketiga, syahid akhirat adalah kondisi saat seseorang meninggal karena kebakaran, sakit perut, terkena wabah atau virus, tenggelam dalam sungai atau lautan, tertimpa bangunan seperti gempa bumi, dan kecelakaan.
Sehingga meninggal karena kecelakaan tergolong syahid akhirat. Namun meski pahala syahid akhirat sama seperti orang yang berperang dijalan Allah, tapi menurut Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim Li al-Nawawi, jenazah ini tetap dimandikan dan disholati.
قال العلماء المراد بشهادة هؤلاء كلهم غير المقتول في سبيل الله انهم يكون لهم في الآخرة ثواب الشهداء وأما في الدنيا فيغسلون ويصلى عليهم
“Ulama berpendapat yang dimaksud orang yang syahid bukan lantaran berperang dijalan Allah akan mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid. Namun, jenazahnya tetap dimandikan dan sholati”.
Perkara pembagian kategori syahid ini juga telah dijelaskan dalam hadist Nabi saw yang berbunyi:
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Syuhada ada 5: orang yang meninggal sebab terjangkit wabah tho’un, meninggal karena sakit perut, meninggal karena tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang yang berjuang di jalan Allah ‘Azza wa jalla”( Hadist nomor 8305, musnad al-Imam Ahmad bin Hambal, juz 14:58).
Selain itu, Ibnu Hajr al-Haitami dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj, Juz III halaman 166, juga menyebut beberapa kategori yang menyebabkan seorang muslim mati syahid.
Seperti: meninggal dengan tidak wajar dan mendadak seperti kebakaran, tenggelam, tertimpa bangunan, maka itu tergolong mati syahid akhirat.
(اما الشهيد الاخرة فقط كغريق و مبطون و حريق) و كتب عليه العلامة الشوبري قال شيخنا ابن عبد الحق : ما اذا قتل على غير الكيفية المأذون
“ (Adapun syahid akhirat saja adalah seperti meninggal akibat tenggelam, sakit perut, dan kebakaran) dan menulis Syubari, berkata Syekh Ibn Abdil Haq: tergolong pada syahid akhirat itu adalah orang yang terbunuh/meninggal secara tak wajar”.
Pendapat lain juga menyebut ada lebih dari 5 penyebab yang membuat seseorang digolongkan syahid akhirat. Habib Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al- Kaff dalam kitab at-Taqrir as-Sadidah fil Masailil Mufidah menyebutkan bahwa ada 70 macam jenis mati syahid:
شهيد الاخيرة ; وهم كثير او صلهم بعضهم الى سبعين , كمن قتل دون ماله او نفسه او عرضه , و المبطون , والغريق , والحريق
“Syahid akhirat itu banyak macamnya, sebagian ulama berpendapat sampai 70 macam, seperti seseorang yang terbunuh tanpa uangnya, atau dirinya sendiri, atau kehormatannya, dan orang yang mati akibat tenggelam, dan kebakaran”.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
