6 Adab Bergaul dengan Sesama Jenis dalam Islam

INIKALSEL.COM – Adab bergaul dengan sesama jenis dalam Islam. Islam adalah agama yang sempurna karena segala urusan umatnya telah diatur sedemikian rupa akan mendapat manfaat dan tidak mendatangkan mudharat. Begitu pun dengan cara bergaul dengan sesama jenis.
Tidak seperti bergaul dengan lawan jenis, bersosial dengan sesama jenis memiliki batasan yang berbeda dalam Al-Qur’an dan hadist.
Di tengah derasnya kampanye dan propaganda yang menyuarakan LGBTQ+, tentu adab bergaul dengan sesama jenis ini harus kembali diingat. Agar seluruh umat muslim tidak salah dalam bersikap, bertutur, dan berperilaku.
Dirangkum melalui laman resmi an-nur.ac.id, berikut 6 adab bergaul dengan sesama jenis yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an dan diajarkan Rasulullah SAW dalam hadistnya.
1. Memilih Teman yang Baik
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui kedua hadist ini jelas bahwa islam memerintahkan umatnya untuk memilih teman yang baik. Karena pergaulan bisa membentuk karakter dan kepribadian seseorang, termasuk keimanannya.
Teman yang baik akan membantumu untuk tetap berada di jalan yang lurus, baik secara dunia maupun akhirat. Teman yang baik juga biasanya cenderung untuk menjaga diri dari dosa dan mengingatkanmu bila melakukan kesalahan.
2. Berkata Baik dan Lembut
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkata baik adalah salah satu adab yang wajib dilakukan pada semua orang, termasuk pada sesama jenis. Hal ini karena islam melarang umatnya menyakiti orang lain dan kita akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang kita lakukan.
Sehingga bila kita ingin orang di sekitar kita berkata baik dan menyenangkan, kita harus memulainya dulu dari diri sendiri dengan bertutur baik pada orang lain.
3. Menjaga Aurat dan Pakaian
Allah SWT berfirman:
يا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْواجِكَ وَبَناتِكَ وَنِساءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ
Artinya: “Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan para istri orang yang beriman, agar supaya mereka mengulurkan jilbab mereka.”
Wanita muslimah yang merdeka hanya boleh melepas jilbab (penutup aurat) ketika bersama suaminya, saudara mahramnya dan sendirian. Sedangkan saat di hadapan orang lain (khalayak umum) dan ketika shalat, maka wajib menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Menurut Imam Romli dalam Kitab Nihaayah al-Muhtaj, saat wanita muslimah bersama lelaki mahram, sesama wanita, dan sendiri, auratnya adalah ‘aurat kecil’ yaitu aurat yang wajib ditutup oleh seorang lelaki (antara pusar dan lutut).
Ayat ini menjelaskan bahwa wanita muslim boleh membuka hijab tapi tetap tidak boleh membuka auratnya, walau di depan teman wanitanya. Begitu pun dengan laki-laki dengan teman laki-lakinya. Mereka tetap harus menjaga aurat seperti yang diajarkan dalam islam.
4. Memberi Salam saat Bertemu
Rasulullah SAW bersabda:
عن ابى هريرة رضى الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليصمت ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فاليكرم ضيفه . (رواه البخارى ومسلم)
Artinya; Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menghormati tetangga. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Salam adalah salah satu bentuk sapaan baik yang dianjurkan dalam islam. Sehingga islam menganjurkan umatnya untuk saling memberi salah saat bertemu.
Karena salam juga mengandung doa di dalamnya dan doa adalah salah satu yang dianjurkan untuk dilakukan oleh muslim pada muslim lainnya.
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim)
5. Menjaga Sikap
Menurut Imam Al-Ghazali, sikap pada teman sesama jenis yang tak kalah penting adalah menunjukkan rasa gembira ketika bertemu, mendahului beruluk salam, bersikap ramah dan lapang dada ketika duduk bersama, turut melepas saat teman berdiri, memperhatikan saat teman berbicara dan tidak mendebat ketika sedang berbicara, menceritakan hal-hal yang baik, tidak memotong pembicaraan dan memanggil dengan nama yang disenangi.
Sikap-sikap positif ini akan membuat pertemanan di antara umat muslim langgeng dan nyaman.
6. Saling Menasehati dalam Kebaikan
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 55]
Terakhir adalah memberi nasihat baik. Karena saling mengingatkan dalam kebaikan adalah salah satu yang dianjurkan dalam islam. Dengan begitu umat muslim akan saling menjaga dan tidak terjerumus dalam dosa.
Demikian 6 adab bergaul dengan sesama jenis dalam islam.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
