Kepolisian Korsel Geledah Kantor Maskapai Jeju Air dan Operator Bandara

INIKALSEL.COM – Polisi Korea Selatan geledah Jeju Air sekaligus operator Bandara Internasional Muan.
Upaya ini sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas kecelakaan pada 29 Desember yang tewaskan 179 orang.
Jeju Air 7C2216, yang berangkat dari ibu kota Thailand, Bangkok menuju Muan di barat daya Korea Selatan, mendarat tanpa roda dan meledak setelah menabrak dinding.
Dua anggota awak, yang duduk di bagian belakang Boeing 737-800, ditarik keluar hidup-hidup oleh tim penyelamat meski alami luka bakar.
Konversi data dari perekam suara kokpit menjadi file audio baru akan selesai Jumat, 3 Januari 2025.
File tersebut bakal jadi informasi signifikan, begitu kata wakil menteri transportasi untuk penerbangan sipil Joo Jong-wan, seperti dikutip dari Reuters.
Penyelidik polisi sedang menggeledah kantor operator bandara dan otoritas penerbangan kementerian transportasi di wilayah barat daya Muan, serta kantor Jeju Air di Seoul, kata polisi provinsi Jeolla Selatan dalam sebuah pernyataan media.
Penyidik berencana menyita dokumen dan materi terkait pengoperasian dan pemeliharaan pesawat serta pengoperasian fasilitas bandara, kata seorang pejabat polisi kepada Reuters.
Jeju Air bersikap kooperatif selama proses penyelidikan, begitu kata direktur maskapai tersebut, Song Kyeong-hoon, pada konferensi pers.
Pakar Keselamatan Udara Pertanyakan Fungsi Dinding Yang ‘Sebabkan’ Ledakan
Pertanyaan para pakar keselamatan udara mengenai penyebab ledakan mematikan itu terfokus pada dinding.
Sebenarnya, dinding itu sebagai penopang antena “localizer” sebagai pemandu pendaratan. Pakar berpendapat dinding terlalu kaku dan terlalu dekat dengan ujung landasan pacu.
“Struktur kaku ini terbukti menjadi bencana besar ketika pesawat yang tergelincir menimbulkan benturan,” kata Najmedin Meshkati, seorang profesor teknik di Universitas Southern California.
Ia tambahkan bahwa antena navigasi yang terpasang pada struktur beton yang sangat kokoh. Bukan pada dinding serta seharusnya terpasang pada instalasi menara atau tiang logam
Joo mengatakan kementerian masih belum bisa memberikan rincian jelas mengenai rencana peningkatan bandara Muan. Nantinya perlu ada penambahan struktur untuk mendukung sistem navigasi.
Kementerian sedang melakukan pemeriksaan peralatan pencari lokasi di bandara-bandara di seluruh Korsel, kata Joo.
Proses Penyelidikan Libatkan AS Berbagai Pihak
Penyelidikan terhadap kecelakaan penerbangan Jeju Air melibatkan pejabat Korea Selatan dan AS, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Federal Aviation Administration (FAA) dan pembuat pesawat, Boeing.
Belum ada kepastian mengapa pesawat tidak mengerahkan roda pendaratannya dan apa yang menyebabkan pilot terburu-buru melakukan upaya pendaratan kedua.
Ia lakukan hal tersebut setelah mengatakan kepada pengawas lalu lintas udara bahwa pesawat tersebut mengalami serangan burung dan menyatakan keadaan darurat.
Perekam data penerbangan pesawat, yang mengalami beberapa kerusakan, dibawa ke Amerika Serikat untuk dianalisis bekerja sama dengan NTSB.
Joo mengatakan pada hari Rabu mungkin sulit untuk merilis file audio dari perekam suara kokpit ke publik karena sangat penting untuk penyelidikan yang sedang berlangsung.
Penyelidik dari NTSB, FAA dan Boeing sedang berada di Korea Selatan untuk membantu penyelidikan.
Penyelidikan Menyeluruh Untuk Semua Jenis Pesawat Boeing 737-800
Penjabat Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok perintahkan tindakan cepat jika ada masalah dalam pemeriksaan ke pesawat Boeing 737-800 yang ada di Korsel.
“Karena masyarakat khawatir terkait model pesawat yang sama yang terlibat dalam kecelakaan itu. Kementerian transportasi dan organisasi terkait harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pemeliharaan operasi, pendidikan, dan pelatihan,” kata Choi.
BACA JUGA

