Warga Palestina Kembali Ke Gaza Yang Hancur, Bagaimana Selanjutnya?

Warga Palestina Gaza
Beberapa warga Palestina yang menemukan puing-puing saja di Kota Gaza (UNICEF)

INIKALSEL.com – Warga Palestina yang mengungsi kembali ke rumah mereka di Kota Gaza minggu ini mendapati kota itu hancur setelah 15 bulan pertempuran.

Banyak di antara mereka yang mencari tempat tinggal  diantara reruntuhan dan mencari sanak saudara yang hilang dalam pawai kepulangan yang kacau.

Kota Gaza, di utara daerah kantong itu, kini hanya tersisa puing-puing dari pusat kota yang ramai dan kumuh seperti sebelum perang.

Banyak bangunan yang hancur akibat pemboman Israel dan tumpukan puing serta beton yang hancur di setiap sisi.

Banyak di antara mereka yang kembali, sering kali membawa serta barang-barang pribadi yang masih mereka miliki setelah berbulan-bulan mengungsi.

Warga Palestina itu telah berjalan sejauh 20 km  atau lebih di sepanjang jalan raya pesisir ke utara.

Hingga Senin malam, otoritas Hamas di Gaza mengatakan lebih dari 300.000 warga Palestina telah menyeberang ke Kota Gaza dan tepi utara dari daerah di selatan.

Bahkan saat mereka yang tiba di Gaza mencari tempat untuk menetap, puluhan ribu orang masih berdatangan.

Tahapan Kedua Gencatan Senjata

Saat ini  para mediator memulai pekerjaan awal pada tahap kedua negosiasi gencatan senjata yang akan dimulai minggu depan.

Hamas akan serahkan tiga sandera Israel besok, 29 Januari 2025, dan tiga sandera lainnya pada Sabtu 31 Januari.

Mereka adalah imbalan atas sejumlah tahanan Palestina yang militer Israel akan bebaskan  .

Di Kairo, tim Hamas pimpinan  Mohammad Darwish, kepala dewan pimpinan kelompok tersebut, tiba untuk melakukan pembicaraan dengan mediator Mesir.

Ia sambut 70 tahanan Palestina yang tiba di Kairo sebelum dipindahkan ke negara ketiga yang bersedia menampung mereka.

Gencatan senjata melalui mediasi Mesir dan Qatar serta dukungan AS sebut ada pembebasan 33 sandera selama gencatan senjata enam minggu.

Hal tersebut sebagai sebagai imbalan atas ratusan tahanan Palestina, banyak dari mereka menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel.

Sejauh ini, terdapat pertukaran tujuh sandera dan 290 tahanan.

Tahap kedua, yang akan memutuskan apa yang terjadi pada lebih dari 60 sandera lainnya akan mulai Selasa 4 Februari.

Jika itu berhasil, perang bisa berakhir sepenuhnya dan bisa buka jalan tentang rekonstruksi Gaza.

Tekanan Untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hadapi tekanan dari beberapa anggota kabinet garis keras di pemerintahannya.

Mereka tidak senang karena perjanjian tersebut membuat Hamas masih berkuasa di Gaza yang mereka anggap bukan kemenangan total.

Namun Sami Abu Zuhri, pejabat senior Hamas, mengatakan kelompoknya yakin perundingan akan terus berlanjut.

“Kami siap memulai negosiasi tahap kedua dan yakin bahwa Netanyahu tidak punya pilihan selain melanjutkan tahap kedua,” katanya.

Apa yang akan terjadi setelah gencatan senjata masih belum jelas setelah Israel berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tak biarkan Hamas berkuasa di Gaza.

Sumber: Reuters

 

 

Tinggalkan Komentar