Sebelum Kluivert, Ini 5 Pelatih Asal Belanda di Timnas Indonesia

INIKALSEL.COM – Patrick Kluivert secara mengejutkan resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan STY.
Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat pada Senin 6 Januari 2025 dan dia langsung dilantik pada 7 Januari 2025.
Ternyata pria berusia 48 tahun tersebut menjadi pelatih asal Belanda keenam yang menukangi Timnas Indonesia.
Sebelumnya, diketahui sudah ada lima pelatih asal Belanda yang pernah melatih Timnas Indonesia dengan prestasi yang berbeda-beda.
Simak ulasannya mengenai 5 pelatih asal Belanda di Timnas Indonesia sebelum Kluivert, dikutip INIKALSEL.COM dari Suara.
5 pelatih asal Belanda di Timnas Indonesia
1. Wim Rijsbergen
Wim Rijsbergen hanya sempat menangani Timnas Indonesia dalam tujuh laga kompetitif, dia direkrut PSSI untuk menukangi timnas Indonesia pada 2011.
Pelatih bernama lengkap Wilhelmus Gerardus Rijsbergen ini debutnya berakhir imbang 1-1 melawan Turkmenistan, diikuti kemenangan 4-3 melawan tim yang sama. Setelah itu, Indonesia kalah dalam lima pertandingan berturut-turut.
Kala itu, timnas Indonesia memiliki target tinggi untuk lolos di putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun bersama Wim, timnas Indonesia selalu kalah pada pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 dan harus puas menjadi juru kunci dengan poin 0. Catatan buruk tersebut membuat banyak pihak menuntutnya untuk mengundurkan diri. Wim Rijsbergen hanya memimpin skuad Garuda selama 11 bulan 29 hari sejak 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2011.
Padahal sebelumnya, Rijsbergen pernah melatih Trinidad and Tobago, serta klub-klub seperti FC Groningen dan FC Volendam.
2. Henk Wullems
Henk Wullems memiliki kenangan manis bersama PSM Makassar karena berhasil membawa tim juara Liga Indonesia musim 1999/2000.
Henk Wullems datang ke Indonesia dengan membawa catatan mentereng selama berkarier sebagai pelatih di Belanda. Ia pernah mengantarkan NAC Breda menjuarai KNVB Cup 1973. Eks pelatih AZ Alkmaar ini berhasil membawa timnas Indonesia meraih medali perak Sea Games 1997 dan menempatkan Indonesia di peringkat tiga Kualifikasi Piala Dunia 1998.
Dia menjadi pelatih Indonesia pada 1996-1997 dengan lima laga, hasilnya satu imbang dan lima kekalahan.
Selain itu, Wullems pernah melatih Persikota Tangerang, Arema Malang, dan Persegi Gianyar.
3. Pieter Huistra
Pemilik nama lengkap Pieter Egge Huistra ini menjadi pelatih Indonesia pada 2015, menggantikan Benny Dolo.
Pria yang ditunjuk sebagai pelatih sementara timnas Indonesia pada Mei 2015 itu tugasnya diwarnai sanksi FIFA, sehingga dia tidak bisa memimpin Timnas Indonesia dalam laga kompetitif.
Namun, tidak hanya itu, pada saat itu PSSI juga mencopot pelatih Alfred Riedl yang gagal membawa timnas menjuarai Piala AFF 2014. Sayangnya. saat Pieter Huistra menjadi pelatih timnas Indonesia, belum ada prestasi yang bisa dipersembahkan skuad Garuda dan malah penuh sangksi dari FIFA.
Pieter Huistra tercatat menukangi timnas Indonesia selama tujuh bulan tiga hari sejak 7 Mei 2015 hingga 10 Desember 2015.
Kini, Huistra melatih Borneo FC sejak 2023, membawa tim bersaing di papan atas meski belum meraih gelar juara.
4. Frans van Balkom
Frans van Balkom tercatat menjadi orang Belanda kedua yang menangani timnas pada 1980, karna dia menjadi pelatih Timnas Indonesia pada 1979, meski belum ada catatan resmi laga yang dipimpin, hal itu karena ia hanya bertahan satu tahun.
Balkom didatangkan PSSI dari klub kontestan Galatama, NIAC Mitra. Setelah itu, Balkom segera membentuk skuad timnas Indonesia untuk mengikuti Pra-Olimpiade 1980. Sayangnya, kerja sama Balkom dengan timnas Indonesia tidak berlangsung lama. PSSI segera memutus kontraknya pada awal Juni 1980 karena dinilai bersikap kasar kepada sekretaris umum PSSI.
Selain Timnas, dia pernah melatih NIAC Mitra dan Timnas Hong Kong pada 1976-1977.
5. Wiel Coerver
Wiel Coerver akan dikenang sebagai salah satu pelatih legendaris Timnas Indonesia, mendapat julukan ‘The Albert Einstein of Football’ yang menangani timnas dari 1975-1976 setelah membawa Feyenoord meraih gelar juara Liga Belanda dan UEFA Cup 1974.
Berkat ide-ide cemerlangnya, Wiel Coerver tercatat menjadi pelatih timnas Indonesia dalam dua periode yang terpisah.
Pertama, Coerver memimpin skuad Garuda untuk mengikuti Pra-Olimpiade 1976. Namun, timnas Indonesia kalah adu pinalti dari Korea Utara saat laga final. Kedua, Coerver kembali melatih timnas Indonesia pada 1979.
PSSI mendatangkannya dengan target lolos ke Olimpiade Montreal 1976, namun Indonesia gagal setelah kalah dari Korea Utara di Stadion Gelora Bung Karno.
Coerver kemudian melatih Indonesia di SEA Games 1979 dengan target meraih medali emas, tetapi gagal juga untuk mencapainya.***
BACA JUGA
