Siapa Coach Justin? Intip Biodata Pelatih Timnas Indonesia yang Memberikan Apresiasi Kepada Shin Tae-yong Dengan Pencapaian Piala Asia U-23 2024

Siapa Coach Justin? Intip Biodata Pelatih Timnas Indonesia yang Memberikan Apresiasi Kepada Shin Tae-yong Dengan Pencapaian Piala Asia U-23 2024
Coach Justin (Instagram / @kks_jateng)

INIKALSEL.COM – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tengah ramai dengan kasus pemecatan dari sejumlah kalangan.

Bahkan saat ini, Justinus Lhaksana alias Coach Justin terciduk netizen tengah menyuarakan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia juga.

Padahal kerja kerasnya Shin Tae-yong selalu terlihat, terbaru dia menyaksikan pertandingan antara Bali United melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-17 kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 di bangku VVIP bersama sejumlah orang saat Bali United dan Persebaya Surabaya berjumpa di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (28/12/2024) malam WIB itu.

Shin Tae-yong tampak berada di sana demi tujuan memantau sejumlah pemain yang bisa dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih, terutama pada lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pelatih Timnas Indonesia itu tampaknya menonton bersama Yoo Jae-hoon, pelatih kiper Timnas Indonesia demi merencanakan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan dimainkan Indonesia dengan yang sebaik-baiknya, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM kutip dari IG Bali United.Shin Tae-yong telah membawa perubahan besar bagi Timnas Indonesia.

Sejauh ini, pelatih asal Korea Selatan ini sudah tepat lima tahun direkrut PSSI sejak 28 Desember 2019.

Pada sejak saat itu hingga sekarang dia selalu menjadi salah satu pelatih dengan masa kerja terlama bersama tim Garuda, menyamai nama-nama legendaris seperti Antun Pogacnik (1954-1963), EA Mangindaan (1966-1970), dan Bertje Matulapelwa (1985-1989).

Namun, karena pandemi Covid-19 yang membuat sepak bola Indonesia vakum pada 2020, waktu efektif Shin Tae-yong melatih sama dengan Mangindaan dan Matulapelwa.

Shin Tae-yong memulai debutnya sebagai pelatih Garuda pada 25 Mei 2021, dalam laga persahabatan melawan Afganistan yang berakhir dengan kekalahan 2-3.

Kala itu, Indonesia berada di peringkat 173 FIFA, sedangkan Afganistan di posisi 149. Kini, di bawah kepemimpinannya, peringkat Indonesia melonjak ke posisi 127, mencatatkan kenaikan 46 peringkat dalam empat tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, Indonesia mencatatkan peningkatan peringkat paling pesat dibandingkan era lainnya. Bahkan, meskipun belum mampu menyamai peringkat tertinggi sepanjang sejarah (76 pada September 1998), performa Indonesia kini jauh lebih kompetitif.

Peningkatan ini tak lepas dari langkah strategis PSSI yang memberikan kontrak jangka panjang kepada Shin Tae-yong. Kebijakan ini mencerminkan upaya membangun fondasi tim yang kokoh, serupa dengan pendekatan yang diterapkan oleh tim nasional di negara-negara maju.

Selain itu, perekrutan pemain-pemain naturalisasi, terutama pada 2023, memberikan kontribusi signifikan. Hingga 2024, tercatat 17 pemain naturalisasi telah memperkuat Indonesia, dengan Mark Klok sebagai yang pertama di era Shin Tae-yong dan Eliano Reijnders sebagai yang terbaru.

Kinerja Timnas indonesia pada 2024

Meskipun memulai tahun dengan serangkaian kekalahan, termasuk pada Piala Asia 2023, Indonesia perlahan bangkit dan menunjukkan performa yang menjanjikan. Dari 11 laga setelah Piala Asia, Garuda mencatatkan 4 kemenangan, 4 seri, dan 3 kekalahan. Salah satu momen bersejarah terjadi pada 19 November 2024, ketika Indonesia mengalahkan Arab Saudi (peringkat 59 FIFA) dengan skor 2-0.

Selain itu, Indonesia juga berhasil menahan imbang tim-tim kuat seperti Australia dan Bahrain, serta memberikan perlawanan sengit kepada Jepang, tim terbaik di Asia.

Salah satu elemen paling revolusioner yang ditanamkan Shin Tae-yong ke dalam timnas adalah semangat bertarung yang tinggi. Para pemain kini tampil lebih percaya diri dan tak mudah menyerah, bahkan saat menghadapi tim-tim dengan peringkat lebih tinggi. Shin Tae-yong juga berhasil mentransfer “virus” semangat ini ke pemain-pemain lokal dan junior, yang membawa Indonesia mencapai semifinal Piala Asia U-23 dan hampir lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Membangun “Normal Baru”

Bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Shin menciptakan “normal baru” bagi Timnas Indonesia. Garuda kini menjadi tim yang bermain dengan totalitas tanpa kenal lelah. Sinergi antara Shin Tae-yong dan Erick Thohir, yang memiliki pengalaman mengelola klub besar seperti Inter Milan, menghasilkan tim yang kohesif dan kompetitif.

Meski tantangan besar menanti pada 2025, termasuk laga melawan Australia, Bahrain, dan China dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, optimisme tinggi menyelimuti skuad Garuda. Dengan fondasi yang telah dibangun Shin Tae-yong dan dukungan kuat dari PSSI, masa depan sepak bola Indonesia terlihat semakin cerah.

Teranyar, Shin Tae-yong dengan pencapaian Piala Asia U-23 2024 nanti bakal diberikan apresiasi oleh Coach Justin.

“Kalau Shin Tae-yong bisa membawa Timnas Indonesia U-23 ke 4 besar Piala Asia U-23 2024 dengan materi pemain yang ada, gue angkat topi salut,” buka pernyataan Coach Justin di channel YouTube JEBREEETmedia TV.

“Beneran. Harus dibuatkan patung Shin Tae-yong. 1 saja, jangan 4. 1 saja, tapi jangan yang robotik agar bisa joget,” ujar pria botak tersebut yang merujuk pada iklan salah satu produk mie instan dari Korea Selatan yang dijual di Indonesia.

Lantas siapa Coach Justin? Intip biodata pelatih Timnas Indonesia yang memberikan apresiasi kepada Shin Tae-yong dengan pencapaian Piala Asia U-23 2024.

Biodata Coach Justin:

Nama: Justinus Lhaksana

Nama panggilan: Koci, Coach Justin

Tanggal lahir: 28 Juli 1967

Umur: 56 Tahun

Tempat lahir: Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Tinggi: 175 cm

Karir Kepelatihan:
2003-2004: Adjie Massaid Futsal Clinic
2004-2009: Indonesia
2009-2013: Indonesia (Direktur Teknik)
2013: Indonesia
2019: Indonesia (Direktur Teknik)

Akun Instagram: @coachjustinl

Akun YouTube: Justinus Lhaksana

Akun TikTok: @coachjustinl28

Akun Twitter: @CoachJustinL.***

Tinggalkan Komentar