Kampung Ketupat Sungai Baru, Kalimantan Selatan Kapan Dibuka Kembali? Ini Informasinya

INIKALSEL.COM – Bagi masyarakat Kalimantan Selatan mungkin tidak asing dengan wisata Kampung Ketupat yang berada di kawasan Sungai Baru.
Ternyata Kampung Ketupat, Sungai Baru, Kalimantan Selatan ini bakal kembali dibuka lagi setelah beberapa waktu tutup terbengkalai.
Bahkan menangapi hal ini, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina ini sudah buka suara, dia mengungkapkan tempat wisata tersebut dibuka kembali dengan pengelola yang baru.
“Insyaa Allah kembali buka di bawah PT Juru Supervisi Indonesia, namun dengan pengelola yang baru,” ujarnya, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari jejaring Jejak Rekam.
Pada Sabtu 4 Januari 2025 lalu, Ibnu mengungkapkan bahwa pengelola yang baru ini sendiri adalah pengelola ke tiga yang dipercaya untuk menjalankan wisata Kampung Ketupat, dan merupakan milik orang lokal yang memang berasal dari Banjarmasin.
Menurut Ibnu hal yang diharapkan nantinya adalah pengelolaan di Kampung Ketupat bisa semakin baik dan bisa kembali menggaet masyarakat untuk datang berkunjung.
“Mudah-mudahan bisa mengumpulkan orang-orang berjualan yang legend, termasuk juga bisa melibatkan seniman kota baik seni pertunjukan, tari, hingga musik. Agar juga bisa menjadi ruang kolaborasi,” ungkapnya.
“Ayo datang lagi ke Kampung Ketupat, untuk sama-sama kita hidupkan kembali ikon wisata di Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Ibnu menambahkan, ada beberapa perubahan pada sebagian lokasi di Kampung Ketupat. Salah satunya adalah pelepasan sebagian wahana bermain, yang pada lokasi tersebut nanti bakal dibuat sebagai area luas apabila ada yang ingin menyewa tempat.
“Jadi bukan hanya untuk konsep kuliner saja, namun nanti akan bisa masuk sampai konsep event wedding, rencananya seperti itu,” lanjut Ibnu.
Dirinya pun memastikan, meskipun sempat tidak terawat selama beberapa waktu, untuk ketahanan bangunan masih cukup kuat. Baik dari struktur bangunan tenant hingga bangunan ketupat raksasa dari bambu. “Semua sudah di cek dan masih bagus, tapi dari pengelola baru juga ada melakukan perbaikan,” tandasnya.
Perlu diketahui, Kampung Ketupat mulanya proyek revitalisasi lahan kosong di kawasan Siring Sungai Baru.
Di satu sisi, Yuyun dan Ningsih yang merupakan merupakan IRT itu bersepakat untuk mengelola tempat Kampung Ketupat yang di bawah naungan PT. Juru.
Di tangan keduanya, wisata kampung ketupat kembali dihidupkan. Menggaet sederet UMKM pilihan, Yuyun dan Ningsih optimis Kampung Ketupat bisa kembali menjadi tempat wisata warga Banjarmasin.
“Kita harap masyarakat Banjarmasin bisa memiliki tujuan wisata kuliner, yang makanannya enak, wisata enak di pinggir sungai, bisa dinikmati semua masyarakat,” kata Yuyun.
Pada 7 Januari 2025 kemarin Yuyun menginginkan, di tempat itu seluruh kalangan masyarakat bisa menikmati kuliner yang ditawarkan. Sebanyak 15 stan UMKM digandeng untuk dinikmati masyarakat.
Untuk keamanan, nantinya akan dilengkapi dengan sistem keamanan siang dan malam, serta akan ditempatkan kamera pengawas di beberapa tempat.
Sebelumnya, wisata Kampung Ketupat itu sempat terhenti lantaran masyarakat mengaku keberatan dengan biaya tiket masuk yang dipatok kelewat mahal.
Yuyun menjamin, di tangan mereka tak ada lagi biaya tiket masuk alias gratis. Para pengunjung hanya akan diminta untuk tidak membawa makan dari luar.
Meski gratis, Yuyun menjamin fasilitas yang ditawarkan juga cukup nyaman bagi pengunjung. Mulai dari fasilitas toilet, musala, live music, wifi dan tempat duduk indoor maupun outdoor.
“Konsepnya itu masuk gratis, dan kita menyediakan kuliner yang cocok di lidah masyarakat Banjarmasin,” bebernya.
UMKM itu pun sudah dilakukan seleksi terlebih dahulu oleh para pengelola. Tujuannya agar rasa dan harga yang ditawarkan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.
“Yang pasti enak, variatif semuanya, serta harga terjangkau. Rata-rata Rp15 ribu, standar,” tambah Ningsih.
Keduanya berharap, mendapatkan dukungan serta disambut baik oleh seluruh masyarakat Banjarmasin dan bisa menjadi penyumbang PAD untuk Bumi Kayuh Baimbai.
Salah seorang pelapak, Yustin mengakui jika ia dan belasan pelapak lainnya sudah mulai buka dan melayani pembelian sejak Senin, 6 Januari 2025 lalu.
“Kalau ada yang tanya Kampung Ketupat Sungai Baru, Kalimantan Selatan kapan dibuka kembali? Jawabannya bakal opening lagi tanggal 15 Januari 2025 besok,” ujar Yustin.
Ia berharap, setelah grand opening itu nantinya wisata kampung ketupat bisa sukses dan masuk di salah satu daftar wisata pilihan masyarakat.
“Harapannya semoga kita bisa seterusnya jualan di sini, dan yakin aja sukses sampai seterusnya,” ucapnya.
Dalam masa re-opening ini, para pengunjung sudah mulai ramai mendatangi wisata kampung ketupat itu. Mulai dari berbelanja, sekedar santai menikmati sunset dipinggiran sungai, maupun berburu kuliner viral yang ditawarkan.
Salah satu pengunjung, Noor Hafidzah Rahmi mengakui wisata Kampung Ketupat itu bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kalangan muda. Ia menyayangkan kesalahan pengelola pertama yang menerapkan tarif masuk, yang kemudian membuat wisata itu sepi.
“Sebenarnya ini tempatnya bagus, tapi karena kemarin berbayar jadi agak sepi. Sekarang sudah gratis, bisa jadi tempat nongkrong anak muda,” sebut Hafidzah.
Ia menyebutkan, fasilitas baru yang ditawarkan bisa menjadi magnet agar pengunjung lain bisa datang ke wisata Kampung Ketupat itu.
“Makanannya banyak, tempatnya strategis untuk foto-foto, pokoknya wajib untuk nyoba ke sini. Jadi pasti potensinya besar untuk dikunjungi anak muda,” imbuh Hafidzah.
Saat ini wisata Kampung Ketupat sudah dibuka kembali untuk masyarakat umum. Di sana, masyarakat bisa menikmati makanan berat khas Banjarmasin hingga masakan-masakan lain dari luar daerah.
Harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp5 ribu hingga Rp35 ribu untuk makanan dan minuman yang tersedia. Makanan berat yang ditawarkan di antaranya, rawon, soto banjar, berbagai kudapan dan lainnya.
Di wisata Kampung Ketupat itu nantinya juga dilengkapi dengan pusat oleh-oleh mulai dari makanan, hingga kain sasirangan dengan memberdayakan UMKM Banjarmasin.
Diketahui sebelumnya, destinasi wisata baru itu berasal dari program pembenahan atau revitalisasi kawasan Kampung Ketupat. Dengan tujuan menghidupkan lahan yang tidak terpakai.
Proses revitalisasi berlangsung sejak Agustus 2022. Kemudian rampung dan mulai dioperasionalkan di pertengahan 2023 tadi.
Berdiri di atas tanah seluas 800 meter persegi milik Pemkot Banjarmasin, lalu dikelola oleh PT Juru Supervisi Indonesia sebagai pihak ketiga. Dengan nilai investasi mencapai Rp 6 miliar.
Kerja sama investor dengan Pemkot Banjarmasin itu akan berlangsung hingga 15 tahun ke depan. Dalam bentuk perjanjian pemanfaatan lahan.
Hingga dalam perjalanannya, PT Juru Supervisi Indonesia berhasil menyulap kawasan tersebut menjadi area food court, dilengkapi dengan bangunan ampiteater untuk kegiatan kesenian, hingga area bermain.
Sehingga selain digadang akan sebagai ikon baru dengan bangunan khas ketupat raksasanya. Kawasan itu juga diharapkan menjadi destinasi wisata alternatif.
Namun tak bertahan lama, pada pertengahan Tahun 2024 lalu Kampung Ketupat terpaksa harus tutup operasional dikarenakan pihak pengelola yang bermasalah. Hingga akhirnya pada tanggal 6 Januari 2025 nanti akan dibuka kembali dengan pengelola baru.***
BACA JUGA
