Acara Haul ke-20 Guru Sekumpul Banyak Ulama Terkenal yang Berbaur Dengan 4 Juta Jemaah, Siapa Sosok KH Zaini bin Abdul Ghani?

INIKALSEL.COM – Sebanyak 4,1 juta jemaah dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia menghadiri Haul ke-20 KH Zaini bin Abdul Ghani.
Sejatinya tidak sedikit ulama terkenal, salah satunya Habib Ja’far yang menghadiri Haul ke-20 KH Zaini bin Abdul Ghani alias Guru Sekumpul pada Minggu 5 Januari 2025 ini.
Acara yang bertepatan dengan 5 Rajab 1446 H ini memiliki jumlah pengunjung yang terbilang sangat penuh, sebab memang menunjukkan peningkatan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Kapolres Banjar AKBP M. Ifan Hariyat menyebut lonjakan jemaah mulai terasa sejak usai Salat Magrib 5 Rajab 1446 H.
“Untuk jemaah yang hadir, ada sebanyak 4,1 juta jemaah. Tentunya ini meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari inibalikpapan.com.
Perhitungan jumlah jemaah mereka lakukan berdasarkan data dari provider telekomunikasi seperti Telkomsel, XL, dan Indosat.
Meskipun jutaan jemaah hadir, Ifan memastikan situasi tetap aman, baik hari Sabtu, Minggu, hingga Senin malam.
Tidak ada laporan tindak kejahatan selama acara berlangsung, kecuali beberapa laporan terkait jemaah yang terpisah dari rombongan dan laporan terkait jemaah yang meninggal saat acara berlangsung.
“Namun, Alhamdulillah, jemaah tersebut sudah berhasil kembali berkat kerja relawan dan petugas di lapangan,” jelas Ifan.
Haul Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia. Kehadiran jutaan jemaah ini menunjukkan kuatnya ikatan spiritual masyarakat terhadap ulama besar yang wafat pada 2005 tersebut.
Sebagai perbandingan dari data yang tim Ini Kalsel himpun, jumlah jemaah yang hadir hampir setara dengan populasi Kalimantan Selatan yang tercatat sekitar 4,2 juta jiwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023.
Siapa Sosok KH Zaini bin Abdul Ghani?
K. H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Kalimantan Selatan.
Namun, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih bertanya mengenai siapa sosok KH Zaini bin Abdul Ghani?
Guru Sekumpul atau Guru Ijai ialah salah satu ulama yang berpengaruh di Kalimantan Selatan dalam berdakwah.
Guru Ijai lahir di Tunggul Irang pada 11 Februari 1942 dan wafat pada 10 Agustus 2005 di Sekumpul, bertepatan pada 5 Rajab. Oleh sebabnya, pelaksanaan haul selalu mengikuti tanggal wafatnya beliau menurut bulan Hijriah.
Beliau ialah sosok ulama yang lahir dari pasangan sederhana. Ayahnya, bernama Syekh Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman. Sedangkan, Ibunya bernama Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin. Beliau juga merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Tanah banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari.
Sedari kecil, orang tua beliau memang sudah mengajarkan tentang pendidikan tauhid dan akhlak. Selain itu, nenek beliau juga turut andil untuk membantu pemahaman agama. Meskipun, lingkungan yang beliau tempati sangat mendukung dalam proses menuntut ilmu agama, rupanya Guru Ijai masih merasa perlu untuk menambah kapabilitasnya dalam beragama.
Selepas menimba ilmu di Madrasah Pondok Pesantren Darussalam Martapura, serta belajar dengan beberapa guru-guru besar Kalimantan Selatan yang memang ahli dalam ilmu agama, beliau juga merantau ke Pulau Jawa guna menambah wawasan ilmu agamanya.
Sepulangnya dari Jawa, setelah bertemu dengan ulama-ulama terkenal saat itu, seperti Syekh Syarwani Abdan Bangil, Kyai Falak, dan lainnya. Guru Ijai pun memulai dakwahnya sebagai pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, yakni tempatnya dulu menuntut ilmu.
5 tahun menjadi pengajar di sana, Guru Ijai pun mengundurkan diri, dan mulai menyebarkan dakwahnya ke khalayak umum. Berawal dari pengajian kitab-kitab kepada santrinya yang bertempat di rumah, dan pada akhirnya dakwah beliau menyebar luas hingga ke luar Martapura, seperti Banjarmasin, Rantau, Hulu Sungai, dan sekitarnya. Pada akhirnya, dakwah yang beliau syiarkan terkenal hingga seluruh Kalimantan.
Hingga, kabar wafatnya beliau pada tahun 2005, menjadi pukulan telak untuk seluruh Jemaah Guru Ijai. Mereka pun akhirnya bersepakat untuk memperingati wafatnya Guru Ijai di setiap 5 Rajab, yang bertempat di musala Ar-Raudah, dan menyebutnya sebagai “Haul Guru Sekumpul”.***
BACA JUGA
