Seorang Pria Ditemukan Tewas di Desa Lok Buntar Dalam Keadaan Mengapung di Sungai Tabuk, Korban Pembunuhan?

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Desa Lok Buntar Dalam Keadaan Mengapung di Sungai Tabuk, Korban Pembunuhan?
Ilustrasi mengapung di Sungai Tabuk (pexels.com/@med-gadon-1272403)

INIKALSEL.COM – Warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria dewasa.

Mayat seorang pria dewasa tersebut mengapung di atas perairan Sungai Martapura. Diketahui identitas korban merupakan pria berinisial R yang saat ini berusia 61 tahun.

Kapolres Banjar, AKBP M Ifan Hariyat, melalui Kapolsek Sungai Tabuk, Iptu Sumari, menyampaikan bahwa dia merupakan salah satu warga Banjarbaru, yang berprofesi sebagai pensiunan PNS.

Mengenai informasi penemuan mayat awalnya dilaporkan oleh seorang saksi yang mencurigai adanya benda yang tersangkut di antara tanaman eceng gondok di Sungai Martapura pada Sabtu 28 Desember 2024 alias hari ini.

Setelah diperiksa menggunakan perahu, saksi memastikan bahwa benda tersebut adalah tubuh seorang pria yang telah meninggal dunia.

“Saksi kemudian membawa jenazah ke tepi sungai dan menginformasikan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Salah satu warga melaporkan temuan ini kepada Polsek Sungai Tabuk, yang selanjutnya dengan segera pihak Polsek Sungai Tabuk mendatangi lokasi untuk mengamankan jenazah,” jelas Iptu Sumari, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari KBK.News.

Pada Sabtu 28 Desember 2024, siang hari ini, Iptu Sumari mengatakan bahwa korban telah dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura menggunakan mobil PMI Kabupaten Banjar dengan didampingi oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Banjar dan Polsek Sungai Tabuk.

“Hasil visum oleh dr. Abdul Rahman Sidiq menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat tenggelam, dengan pembengkakan di tubuh serta keluarnya darah dari mulut, hidung, dan telinga,” bebernya.

Kemudian diketahui juga bahwa polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya:

– Satu kemeja panjang hitam dengan motif garis coklat,

– Satu celana pendek hitam

– Satu celana panjang hitam.

Sumari menambahkan, korban diketahui tidak bisa berenang dan hal itu tentu saja berdasarkan keterangan keluarga.

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memutuskan untuk membawa jenazah ke rumah duka di Banjarbaru untuk dimakamkan.

“Kami memastikan tidak ada indikasi kekerasan dalam kasus ini dan menyatakan bahwa kejadian ini murni kecelakaan tenggelam,” pungkasnya.

Namun, semua warga yang menyaksikan peristiwa ini mengaku masih menunggu evakuasi dari pihak kepolisian demi informasi lebih lanjut lagi.***

Tinggalkan Komentar