Apa Dampak Stunting? TPPS Kabupaten Banjar Gelar Rakor Demi Mencegah Kondisi Gagal Tumbuh Pada Anak Balita

Apa Dampak Stunting? TPPS Kabupaten Banjar Gelar Rakor Demi Mencegah Kondisi Gagal Tumbuh Pada Anak Balita
Ilustrasi stunting (unsplash.com/@thor1991)

INIKALSEL.COM – Pemkab Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana atau biasa disingkat Dinsos P3AP2KB telah menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Rabu 4 Desember 2024.

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Banjar menjelaskan, Rakoor TPPS ini merupakan pertemuan yang bertujuan untuk melakukan evaluasi, perencanaan, pembinaan, konsultasi, koordinasi serta pembahasan teknis program percepatan penurunan stunting pada setiap SKPD.

“Agenda pertemuan difokuskan pada verifikasi kondisi sasaran audit kasus stunting dan sasaran pencegahan stunting yang diwakili oleh Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Astambul, Karang Intan, Beruntung Baru dan Sambung Makmur,” jelas Wakil Bupati Banjar sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari Jejak Rekam.

Pemerintah di Kabupaten Banjar itu berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan gambaran faktor risiko stunting yang terjadi dalam rangka penyusunan arah kebijkan ke depan dalam upaya pencegahan stunting.

“Bagi peserta harapannya dapat mendapatkan informasi langsung dari pakar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku dalam pencegahan stunting,” harap Habib Idrus Al Habsyi.

Dia juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti pada Diseminasi Audit Kasus Stunting 2 Kabupaten Banjar sebagai sasaran penyampaian hasil kajian yang telah dilakukan agar dapat ditindaklajuti oleh setiap SKPD yang bertanggung jawab dalam TPPS Kabupaten Banjar.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan juga agenda penyerahan bingkisan kepada ibu hamil dan menyusui oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Bappedalitbang, Kepala Dinkes, Kepala DPMD, Tim pakar audit kasus stunting Kabupaten Banjar, perwakilan pengelola program gizi puskesmas dan sejumlah undangan.

Apa itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya atau bisa dikatakan dia lebih pendek dibandingkan teman-temannya.

Kondisi gagal tumbuh pada anak balita tersebut terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung sangat lama.

Bisa dikatakan gizi tersebut kurang sejak akan tersebar masih bayi dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Apa Penyebab Stunting?

Beberapa penyebab stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil, Kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak, Sanitasi yang buruk.

Apa Dampak Stunting?

Dampak stunting pada anak, antara lain hambatan perkembangan kognitif dan motoric, yang nantinya ketika sudah dewasa memiliki gangguan metabolik diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung.

Apa Tips Mencegah Stunting?

Untuk mencegah stunting, Anda dapat memenuhi kebutuhan gizi si kecil dengan seimbang sesuai panduan “Isi Piringku” yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI. Panduan ini terdiri dari komponen utama, yaitu Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lemak (minyak/santan), Sayur, dan Buah. ***

Tinggalkan Komentar