Berbuntut Ditahan Polisi, Postingan TikTok “Raja Ganjil” Diduga Hina Guru Sekumpul

Berbuntut Ditahan Polisi, Postingan TikTok “Raja Ganjil” Diduga Hina Guru Sekumpul
Raja Ganjil (IG / @seputaebenua)

INIKALSEL.COM – Postingan akun TikTok Raja Ganjil jadi sorotan karena pemiliknya yang tidak lain M Syamsudin alias Udin Untak diduga menghina Guru Sekumpul.

Ia juga bukan orang biasa, melainkan ASN, tetapi saat ini Aparatur Sipil Negara itu harus berurusan dengan Polsek Kurau karena diduga menulis kalimat tak pantas kepada ulama besar Kalimantan Selatan yakni Guru Sekumpul.

Tentu saja, postingan itu memicu kontroversi karena banyak pecinta habaib dan ulama naik pitam.

Kapolsek Kurau yakni Iptu Bambang Hariansyah bahkan sudah mengatakan terkait hal tersebut di media sosial miliknya.

“Diperkirakan banyak kelompok yang akan melakukan persekusi terhadap pemilik akun tiktok Raja Ganjil tersebut,” katanya, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari KBK.News.

Polsek Kurau menambahkan bakal segera bertindak untuk meredam situasi.

“Kami berkoordinasi dengan Camat Kurau soal langkah selanjutnya,” tambahnya.

Petugas pun mendatangi rumah pelaku untuk klarifikasi. Pelaku lalu diamankan demi mencegah aksi massa.

Proses pengamanan berlangsung aman dan terkendali. Selanjutnya, kasus dilimpahkan ke Polres Tala untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu beredar video permintaan maaf dari pemilik akun Raja Ganjil Syamsudin kepada masyarakat Kalimantan Selatan atau secara luas Indonesia atas kegaduhan yang dilakukannya.

Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya bersedia dituntut secara hukum,” ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram @info_banjarmasin.

Informasi diperoleh Senin 9 Desember 2024, bahwa staf Seksi Trantib pada kantor Pemerintahan Kecamatan Kurau tersebut hingga hari ini masih berada di Mapolres Tala.

Kabarnya, yang bersangkutan juga masih merasa nyaman berada di mapolres setempat.

Hal tersebut untuk keamanan bapak tiga anak tersebut, karena saat ini unggahannya viral di TikTok.

Tentu saja bahwa hal tersebut berpotensi memunculkan amarah warga lantaran diduga menghina almarhum Guru Sekumpul, ulama kharismatik dan sangat dihormati di Kalimantan Selatan.

Dikutip dari IG @seputarbenua, terlihat bahwa ada rekaman Raja Ganjil di SAT Reskim Kalimantan Selatan yang menyampaikan mohon maaf untuk masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Selatan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya M Syamsudin alias Udin Untak dengan nama TikTok Raja Ganjil, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia, masyarakat Kalimantan Selatan, dan lebih khusus lagi kepada masyarakat Benua,” ujar M Syamsudin.

“Bahwa ketika saya membuat gaduh kepada masyarakat sehingga menimbulkan adanya kegaduhan di tengah masyarakat, maka dari itu saya mohon maaf sekali lagi dan saya berjanji tidak akan mengulanginya. Apabila saya mengulangi, maka saya bersedia dituntut secara hukum yang berlaku di Indonesia,” lanjut Udin Untak.

“Sekali lagi saya bermohon maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” titip pemilik akun TikTok Raja Ganjil.***

Tinggalkan Komentar