Banjarmasin Tetapkan Status Siaga Banjir Rob Hingga 31 Maret 2025

Banjarmasin Tetapkan Status Siaga Banjir Rob Hingga 31 Maret 2025
Ilustrasi Banjir Rob (unsplash.com/@museumsvictoria)

INIKALSEL.COM – Dampak cuaca ekstrem di akhir tahun 2024 ini membuat antisipasi untuk menghadapi potensi bencana di musim hujan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota atau biasa disebut Pemkot.

Diketahui Pemkot Banjarmasin telah tetapkan status siaga banjir rob di akhir tahun 2024 ini hingga 31 Maret 2025 mendatang.

Menetapkan status siaga banjir rob di akhir tahun 2024 ini dibarengi dengan Surat Edaran Walikota Banjarmasin, Nomor 100.3.4.3/455-Sekr/BPBD/XI/2024 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi cuaca ekstrem dan air pasang rob.

Surat Edaran Walikota Banjarmasin ini merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan tertinggi terjadi pada Desember 2024.

Tidak hanya itu, Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) tentang antisipasi bencana banjir, cuaca ekstrem, longsor, dan gelombang pasang juga dibagikan oleh pemerintah.

Warga Banjarmasin Kalimantan Selatan saat ini diimbau, agar segera melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran air dan sampah.

Kemudian tidak lupa untuk menyediakan tas siaga bencana berisi kebutuhan mendesak dalam keadaan darurat, serta melaporkan potensi bencana secara cepat melalui layanan darurat call center 112.

Kalak BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin bahkan menyebut jika penetapan ini berdasarkan kajian-kajian bencana dari tahun sebelumnya tepatnya pada tahun 2022 hingga rencana penanggulangan pada tahun 2023.

Kajian yang ingin dilakukan pada tahun 2022 silam tersebut mengidentifikasi isu strategis terkait banjir rob, yang dipicu oleh kombinasi tingginya curah hujan dan air pasang laut.

“Banjir rob bukan bencana baru, tapi dampaknya bisa sangat serius jika kita tidak siap. Seluruh kecamatan di Banjarmasin berpotensi terdampak, terutama di wilayah Banjarmasin Barat dan Timur,” ujar Kalak BPBD Kota Banjarmasin, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari Jejak Rekam.

Bahkan Kalak BPBD Kota Banjarmasin juga mengungkapkan, curah hujan tertinggi pada bulan Desember ini bisa menimbulkan risiko bencana yang sama persis seperti banjir besar pada Januari 2021 lalu.

“Cuaca ekstrem sejak Oktober memerlukan perhatian serius. Tanpa kesiapsiagaan, kemungkinan banjir besar seperti 2021 bisa terulang,” ujar Husni Thamrin.

“Penyebab banjir rob pada 14 Januari 2021 disertai dengan curah hujan tinggi yang tinggi. Desember ini juga curah hujan tertinggi. Makanya perlu waspada,” ucapnya.

Pada tragedi 14 Januari 2021, cuaca eskrim mengenai hampir seluruh kecamatan di Kota Banjarmasin terendam, dan yang terparah terjadi di wilayah Banjarmasin Selatan, Timur, dan Barat.

“Makanya kami perlu peran semua pihak,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Husni Thamrin, pihaknya di BPBD serta di Pemkot Banjarmasin juga telah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat Banjarmasin.

Lebih khusus lagi di tingkat kecamatan hingga RT/RW untuk bisa bersama-sama mengurangi risiko bencana.

Yang mana hal ini tentu sesuai dengan isi surat edaran yang telah dikeluarkan, agar masyarakat bisa saling bergotong royong, koordinasi, dan pelaporan dini sehingga mampu meminimalkan dampak banjir rob yang diprediksi berlangsung hingga Maret 2025.

Bersamaan status siaga ini, warga Banjarmasin Kalimantan Selatan diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah guna melindungi diri dan lingkungan dari potensi bencana selama musim penghujan.***

 

Tinggalkan Komentar