Pemerintah Kota Banjarmasin Raih 3 Penghargaan di Ballroom Hotel Fugo, Dyah Roro Esti Widya Putri Singgung Soal Pasar Rakyat

INIKALSEL.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian berhasil meraih sejumlah penghargaan, Senin 18 November 2024.
Kota Banjarmasin berhasil meraih sejumlah penghargaan itu ketika di dalam sebuah acara di Ballroom Hotel Fugo.
Penghargaan yang diterima Pemkot Banjarmasin sebagai peraih Daerah Tertib Ukur (DTU), Pasar Tertib Ukur (PTU) untuk 11 pasar, dan Pasar Rakyat ber SNI.
Penganugerahan perhargaan konsumen di Indonesia itu langsung diserahkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Turut hadir dalam kegiatan, Pelaksana Harian Gubernur Kalimantan Selatan (Roy Rizali Anwar), Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Rusmin Amin), Walikota Banjarmasin (H Ibnu Sina), Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Sulkan), Kepala Disperdagin kota Banjarmasin (Icrom Muftezar), dan sejumlah kepala daerah beserta jajaran staff terkait.
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan pasar rakyat.
“Bapak Prabowo Subianto selalu menekankan target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar wanita 31 tahun itu, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari jejakrekam.
“Tentu membutuhkan kerja sama dan proses panjang dari pusat hingga ke daerah,” lanjut Roro Esti.
Yang mana perempuan kelahiran 25 Mei 1993 Jakarta tersebut menyoroti potensi bonus demografi Indonesia, di mana 68 persen populasi adalah usia produktif.
Ia menambahkan bahwa hal ini menjadi kekuatan besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Wamen Perdagangan itu juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap barang impor dan barang ilegal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Alumni Imperial College London tahun 2016 itu menilai pentingnya pasar rakyat tetap menjadi tempat yang terpercaya bagi masyarakat.
Karena selain memperkuat pasar dalam negeri, pentingnya memikirkan pasar rakyat itu juga untuk menyoroti program prioritas Kementerian Perdagangan, yaitu mendukung UMKM untuk menembus pasar internasional.
Sehingga dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB, UMKM dianggap sebagai pilar penting dalam perekonomian nasional.
“Kami ingin UMKM dapat ekspor dan go global,” harap lulusan Universitas Manchester tahun 2014 tersebut.
“Program ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas pasar Indonesia ke luar negeri,” lanjut seorang politikus Indonesia ini.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah mendukung terwujudnya pasar rakyat yang sesuai SNI.
Perempuan yang terkenal di daerah Jawa Timur yang satu ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Wali Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah yang dinilai telah memberikan kenyamanan selama kunjungannya.
“Mari kita bersama-sama menjaga semangat gotong royong, bekerja sama, dan berinovasi untuk memajukan pasar rakyat,” ungkap anggota Partai Golkar ini.
“Kita ingin pasar menjadi tempat berdagang sekaligus ruang sosial yang nyaman dan layak,” tutupnya.
Di kesempatan yang sama, wali kota Banjarmasin yang menjabat sejak 2016 tersebut menyampaikan pentingnya semangat bersama dalam memperkuat perlindungan konsumen di Indonesia.
“Semangat yang terus digelorakan oleh Presiden, Menteri, hingga kita di daerah-daerah, semoga semakin mendorong kemajuan dan perkembangan Indonesia,” ungkap H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si.
Lebih lanjut Ibnu Sina mengatakan sebagai tuan rumah, Kota Banjarmasin juga meraih penghargaan untuk tiga kategori terkait pasar tradisional.
Salah satu pasar yang dikunjungi Wakil Menteri yaitu Pasar Pandu di Jalan Pandu, Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut.
“Semoga penghargaan ini memberi manfaat bagi 13 pasar tradisional yang telah diakui, termasuk Pasar Pandu Banjarmasin,” ujar pria yang lahir pada 4 Januari 1975.
“Kami berharap pasar-pasar di Banjarmasin mendapatkan perhatian lebih, agar dapat terus berfungsi dengan baik dan menjadi bagian penting dari masa depan Indonesia,” pungkas suami Siti Wasilah.***
BACA JUGA
