Siapa Muhidin? Ini Sosok yang Gantikan Paman Birin Jadi Gubernur Kalimantan Selatan

Siapa Muhidin? Ini Sosok yang Gantikan Paman Birin Jadi Gubernur Kalimantan Selatan
Muhidin gantikan Paman Birin jadi Gubernur Kalimantan Selatan (IG / @hajimuhidinpan)

INIKALSEL.COM – KETUA Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda sudah merespons pengunduran diri Sahbirin Noor.

Pria yang akrab disapa Paman Birin diketahui mundur dari kursi Gubernur Kalimantan Selatan atau Kalsel.

KETUA Komisi II DPR RI menghargai keputusan Paman Birin tentang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Kalsel.

Karena dia juga bahagia sebab keputusan itu diambil tepat sehari setelah Paman Birin memenangkan praperadilan.

Tentu saja keputusan mengundurkan diri itu tidak ada hubungannya dengan kasus Paman Birin yang sempat diciduk KPK karena berhasil mencabut status tersangka.

“Kita menghargai keputusan Paman Birin yang mengunduran diri sebagai Gubernur Kalsel,” ucap Rifqi.

“Itu adalah hak pribadi beliau,” lanjutnya kemarin Kamis (14/11/2024).

“Dari tata pemerintahan, kemarin Mendagri telah mengeluarkan surat keputusan penunjukan Sekda Provinsi sebagai Plh Gubernur,” sambungnya.

Ketua DPP Partai NasDem Korwil Kalsel ini menambahkan, nanti yang menggantikan posisi Paman Birin kemungkinan besar adalah H Muhidin.

Tentu saja Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalsel akan dijalankan setelah masa cuti kampanyenya telah selesai.

“Kenapa Sekda Provinsi menjadi Plh gubernur? Karena wakil gubernur yang sejatinya menggantikan posisi gubernur masih cuti kampanye hingga 23 November 2024,” bebernya.

“Per 24 November 2024, Wakil Gubernur Kalsel Pak Haji Muhidin akan menjabat sebagai Plt Gubernur,” sambungnya lagi.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Bang Rifqi itu menjelaskan bahwa status Plt Gubernur Kalsel yang diemban Muhidin akan berlanjut pada Surat Keputusan Presiden.

Sehingga nantinya Presiden Prabowo bakal melantik Muhidin menjadi Gubernur Kalsel definitif yang sah.

“Sampai dengan Surat Keputusan Presiden keluar, menetapkan Gubernur Kalsel definitif,” jelasnya.

“Nantinya beliau akan dilantik serta diambil sumpah oleh Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut, Bang Rifqi menjelaskan bahwa dalam hal ini Kemendagri sebagai mitra kerja Komisi II DPR RI telah melakukan langkah-langkah yang tepat.

Semua diambil dengan cepat karena seharusnya memang tidak ada kekosongan kekuasaan, apalagi dengan jabatan yang cukup tinggi seperti Gubenur.

“Kita sekarang tetap memiliki gubernur dengan Plh dan Plt gubernur, sebelum gubernur definitif disahkan,” pungkasnya.

“Insya Allah roda pemerintahan di Kalsel akan berjalan normal dan baik,” tutupnya.

Sekedar informasi, Muhidin adalah pria yang lahir pada 6 Mei 1958 di Binuang, Kabupaten Tapih, sehingga artinya Muhidin adalah putra daerah Kalimantan Selatan sejak lahir.

Muhidin pernah menjadi pebisnis usaha batu bara yakni PT Binuang Jaya Mulia lalu bergabung dengan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Tidak lama ia memiliki jabatan sebagai anggota DPRD Kabupaten Tapin tahun 2004-2009.

Masih di tahun 2009, Muhidin kembali mencalonkan diri sebagai dewan legislatif dan berhasil lolos sebagai anggota DPRD Kalimantan Selatan tahun 2009-2014.

Tidak puas dengan keberhasilannya, dia langsung mendaftarkan diri ke Pilwalkot Banjarmasin tahun 2010 didampingi oleh Irwan Anshari.

Pemilihan Wali Kota Banjarmasin, mengantarkan namanya lebih dikenal masyarakat luas karena berhasil menduduki jabatan sebagai Walikota Banjarmasin periode 2010-2015.

Di tahun 2015, dia langsung mencalonkan diri sebagai calon gubernur bersama Gusti Farid sebagai wakilnya.

Sayangnya pemilihan kala itu tidak berbuah hasil, hingga membuat Muhidin kembali ikut Pilgub 2020 yang berpasangan dengan Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor berhasil menang, membawa Muhidin menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur Kalsel tahun 2021-2024.

Perjalanan karier politik Muhidin pun tidak usai, dia naik jabatan yang tadinya hanya wakil, karena Paman Birin mengundurkan diri, maka Muhidin memimpin Kalimantan Selatan.

Tidak hanya menjadi pemimpin wilayah, dia juga merupakan kepala daerah dengan memiliki kekayaan terbanyak.

Buktinya pada tahun 2010 kekayaannya sekitar Rp 28,9 miliar, lalu empat tahun kemudian sekitar Rp 57,2 miliar, tidak lama kemudian naik menjadi Rp 69,8 miliar dan meningkat menjadi Rp 219,2 miliar, hingga berlanjut tahun 2020 naik dua kali lipat sekitar Rp 674 miliar.

Dengan program kerja untuk membangun infrastruktur, UMKM, dan pariwisata Kalimantan Selatan agar lebih maju dan makmur.

Ia dengan giat, melanjutkan pembangunan jembatan Selat Pulau Laut, jembatan penghubung Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang mendukung perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.***

Sumber: jejakrekam.com

 

Tinggalkan Komentar