Walikota Banjarmasin Ibnu Sina: Fokus pada Satu Aplikasi, Banjarmasin Pintar, untuk Integrasi Layanan Kota

INIKALSEL.COM – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, menegaskan bahwa semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kota ini harus memusatkan seluruh layanan mereka hanya pada satu aplikasi, yakni Banjarmasin Pintar.
Kebijakan ini mengikuti arahan dari pemerintah pusat yang meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk berhenti membuat aplikasi baru yang beroperasi secara terpisah.
Menurut Presiden Joko Widodo, saat ini ada puluhan ribu aplikasi pemerintahan yang tersebar di berbagai instansi, bekerja sendiri-sendiri tanpa ada sinkronisasi.
Akibatnya, operasional menjadi tumpang tindih dan menghambat layanan kepada masyarakat. “Orientasi selalu proyek, itu harus dihentikan dan tidak boleh diteruskan lagi,” tegas Presiden.
Ibnu Sina menanggapi instruksi tersebut dengan langkah konkret di Banjarmasin. “Kami hanya punya satu aplikasi, Banjarmasin Pintar.
Semua program pelayanan dimasukkan di situ,” jelasnya. Menurutnya, memiliki banyak aplikasi hanya akan membebani biaya, terutama jika vendor atau penyedia jasa serta konsultan berbeda-beda.
Sejak Banjarmasin masuk dalam 100 kota menuju smart city yang diajukan oleh Kominfo, kota ini telah berhenti membuat aplikasi baru.
Jika ada aplikasi yang dibuat, itu hanya merupakan inovasi dari pegawai atau programmer di SKPD dan sifatnya hanya sebagai penunjang layanan yang dimasukkan ke dalam aplikasi Banjarmasin Pintar.
Ibnu Sina menekankan bahwa langkah ini tidak hanya mengikuti arahan pemerintah pusat, tetapi juga bertujuan untuk efisiensi dan integrasi layanan kepada masyarakat.
“Kita tidak mengeluarkan biaya untuk itu,” ujarnya, menandaskan komitmennya untuk tidak membebani anggaran kota dengan biaya pembuatan aplikasi yang tidak terintegrasi.
Dalam satu tahun kepemimpinan duet Ibnu Sina-Arifin Noor, aplikasi Banjarmasin Pintar telah berhasil meraih Juara 3 dalam Kalsel Innovation Award 2023.
Ini menunjukkan bahwa integrasi layanan dalam satu aplikasi tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga mendapatkan pengakuan atas inovasinya.
Kebijakan Ibnu Sina ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menghentikan pembuatan aplikasi baru dan fokus pada integrasi layanan dalam satu platform.
Dengan aplikasi Banjarmasin Pintar, diharapkan layanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien tanpa ada tumpang tindih operasional.
Sumber: Jejakrekam.com
BACA JUGA
