Dampak Sistem Zonasi Terhadap Kekurangan Siswa di Sekolah Banjarmasin

INIKALSEL.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2025 telah selesai, namun sejumlah sekolah di Banjarmasin masih mengalami kekurangan siswa baru.
Kondisi ini terjadi di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, baik jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Beberapa sekolah yang mengalami kekurangan siswa baru antara lain SDN Teluk Dalam 10, SDN Mawar 6, SDN Belitung Utara 3, SDN Kelayan Tengah 2, dan SDN Melayu 5.
Untuk jenjang SMP, terdapat 15 sekolah yang mengalami kekurangan siswa, di antaranya SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, dan SMPN 20.
Menurut Kepala Disdik Banjarmasin, Nuryadi, kekurangan siswa di beberapa sekolah disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah jumlah siswa baru di wilayah sekolah yang memang sedikit.
Selain itu, banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah agama.
“Masih ada sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, baik itu jenjang SD maupun SMP,” ujar Nuryadi pada Rabu, 3 Juli 2024.
Menanggapi hal ini, Nuryadi menginstruksikan sekolah-sekolah yang kekurangan siswa baru untuk tetap membuka penerimaan secara offline dengan catatan hanya menerima siswa di luar dari zonasi.
“Pendaftaran masih bisa dilakukan hingga tanggal 8 Juli,” katanya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, menilai bahwa sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB justru membuat orang tua kesulitan menyekolahkan anaknya.
Khususnya, ketika di kawasan tempat tinggal yang bersangkutan, justru jauh dari fasilitas pendidikan atau sekolah.
Akibatnya, ketika ingin menyekolahkan anaknya ke tempat lain, mereka jadi tertolak karena adanya sistem zonasi.
“Itu pula yang membuat banyak anak tidak bisa sekolah,” ujarnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Mathari meminta agar Pemerintah Kota melalui Disdik Banjarmasin mengevaluasi sistem zonasi yang diterapkan.
Harapannya, tidak ada lagi sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik saat tahun ajaran baru dimulai.
PPDB Online dilaksanakan melalui beberapa jalur, yaitu jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi.
Namun, sistem ini masih menyisakan sejumlah masalah yang perlu segera diatasi demi pemerataan pendidikan yang lebih baik.
Sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB di Banjarmasin ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap penerimaan siswa baru.
Evaluasi dan penyesuaian terhadap sistem ini sangat diperlukan agar semua anak dapat mengakses pendidikan yang layak tanpa hambatan zonasi.
Sumber: Jejakrekam.com
BACA JUGA
