Pahala Bagi Orang Tua yang Keguguran Anak

INIKALSEL.COM – Pahala bagi orang tua yang keguguran anak. Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, kehilangan anak tentu menjadi salah satu cobaan yang berat bagi orang tua. Sehingga Allah menjanjikan pahala yang besar bagi hambaNya yang bersabar.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bahkan disebutkan bahwa orang tua yang keguguran, maka janin yang meninggal tersebut akan menolong ibunya untuk masuk ke dalam surga.
وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسُرَرِهِ إلَى الْجَنَّةِ إذَا احْتَسَبَتْهُ
Artinya, “Demi Dzat yang jiwaku berada di genggamannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan ari-arinya, apabila ibunya mengharap pahala dari Allah (dengan musibah tersebut).” (HR Ibnu Majah).
‘As-siqthu’ dalam bahasa Arab diterjemahkan sebagai bayi yang lahir sebelum waktunya dalam Bahasa Arab. Yaitu saat usia janin minimal enam bulan.
Lantas, apakah umat muslim wajib melakukan shalat jenazah atas ‘as-siqthu’ yang keguguran ini?
Janin yang baru berusia 7 minggu, belum berbentuk manusia sempurna, masih berbentuk embrio, dan belum memiliki ruh tidak dapat disebut sebagai as-siqthu. Dengan kata lain, janin di usia kehamilan 7 minggu tidak masuk dalam hadits di atas.
Namun ini tidak berarti orang tua yang keguguran janin di usia kehamilan 7 minggu tidak mendapatkan tabungan pahala atas musibah yang dialaminya.
Karena selama manusia bersabar atas musibah yang menimpanya, baik musibah itu besar maupun kecil, maka ia akan tetap mendapat pahala.
Imam Al-Munawi juga sependapat dengan hal ini. Bahwa pahala besar yang Allah berikan bukan karena bentuk musibahnya. Namun sikap sabar, ikhlas, tabah, dan tetap memuji Allah dikala sempit yang dilakukan seorang hamba membuatnya mendapat tabungan pahala.
Jadi sikap terbaik seorang muslim adalah mengembalikan semuanya kepada Allah (istirja’) saat mendapat musibah. Karena orang tua normal mana yang tidak bersedih saat anaknya tiada karena keguguran.
Setelah berharap dan menanti hadirnya buah hati, tapi harus menelan kekecewaan karena kehilangan. Pasti sedih dan membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Jadi keikhlasan atas takdir yang ditetapkan Allah tetap memiliki nilai yang besar atas hal ini.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
