Bolehkah Niat Qadha Puasa Setelah Subuh?

Bolehkah Niat Qadha Puasa Setelah Subuh?
Ilustrasi Niat Puasa Setelah Subuh (Pexels/Rayn L)

INIKALSEL.COM – Jelang bulan Ramadhan, umat muslim harus semakin bergegas untuk qadha puasa. Ibadah ini harus sudah selesai dilakukan sebelum pertengahan bulan Sya’ban tahun berikutnya.

Tata cara dan syarat qadha puasa sama seperti puasa Ramadhan. Seperti membaca niat, menahan hawa nafsu sejak fajar hingga magrib, tidak bersetubuh, dan lain sebagainya.

Lantas, bolehkah membaca niat qadha puasa setelah subuh?

Dilansir melalui laman NU Online, hukum qadha puasa sama seperti puasa Ramadhan. Sehingga membaca niatnya pun sama seperti puasa Ramadhan, yaitu tidak boleh dilakukan di pagi hari. Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar terbit.

Karena niat puasa qadha adalah niat untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Dimana umat muslim bebas untuk mengganti puasanya kapan pun asal tidak dilakukan di hari-hari raya, hari tasyrik, dan sebelum pertengahan Sya’ban.

Selain itu, niat qadha puasa boleh digabung dengan niat puasa sunah.

Adapun bacaan niat puasa qadha adalah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ghadin an qadhaai fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.”

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Taala”.

Namun bila ibadah yang dilakukan adalah puasa sunah, tidak apa-apa membaca niat dilakukan setelah subuh. Selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, maka ia bisa melanjutkan puasanya setelah berniat di pagi hari.

Perlu diingat bahwa makan sahur tidak sama dengan niat. Jadi walau sudah makan sahur, umat muslim tetap harus berniat agar puasanya sah. Niat dilakukan dalam hati dan disunahkan dengan dilafadzkan. Jadi melafadzkan niat tidak wajib.

Masih ada sisa waktu sebelum Nisfu Sya’ban yang diperkirakan jatuh pada 13 Februari 2025. Sehingga umat muslim yang masih memiliki hutang puasa karena haid, nifas, musafir, sakit, hamil, dan menyusui, sebaiknya bergegas untuk menunaikan kewajibannya.

Niat qadha puasa harus dibaca setiap kali puasa. Karena umat muslim tidak wajib melakukan qadha puasa secara berurutan setiap hari. Sehingga agar puasanya sah, niat harus dibaca setiap kali mau puasa.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar