Sikap Pemimpin saat Dikritik Sesuai Ajaran Umar bin Khattab

Sikap Pemimpin saat Dikritik Sesuai Ajaran Umar bin Khattab
Ilustrasi Pemimpin yang Mau Dikritik (Pexels/Lukas)

INIKALSEL.COM – Sikap pemimpin saat dikritik. Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, Umar bin Khattab telah mencontohkan sikap yang baik sebagai pemimpin, salah satunya saat menghadapi kritik.

Kritikan adalah hal lumrah yang diterima oleh seorang pemimpin, bahkan Khalifah Umar pun tak luput dari teguran oleh rakyatnya. Namun sikap mereka saat mendapat dikritik menentukan nilai mereka dihadapan rakyatnya dan Allah SWT.

Karena kritik bisa menjadi ujian ego, terutama jika disampaikan secara langsung dan tajam. Hal ini pun diabadikan dalam sebuah kisah yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Suatu ketika Khalifah Umar menyampaikan khutbah dan meminta rakyatnya patuh padanya. Namun ada satu orang yang menolak dengan tegas untuk mendengar dan patuh.

Sontak kejadian ini pun mengejutkan semua orang. Suasana tegang pun terjadi di tempat itu.

Namun Umar menunjukkan sikap tenang dan bertanya mengapa rakyatnya itu tidak mau patuh padanya.

Pria itu lalu menjawab, mereka hanya mendapat sepotong kain untuk menutupi aurat, sementara Khalifah Umar justru mengenakan pakaian lengkap.

Orang-orang semakin terkejut dan terdiam. Kejujuran ini disampaikan dengan tegas langsung dihadapan amirul mukminin. Namun di luar dugaan, Umar tidak marah.

Ia pun memanggil putranya. Abdullah bin Umar kemudian menjelaskan bahwa ia telah memberikan bagiannya dari kain agar ayahnya bisa mengenakan pakaian lengkap.

Mendengar penjelasan Abdullah bin Umar ini pun membuat pria yang menyela tadi menunjukkan perubahan sikap. Ia pun dengan sukarela untuk mendengar, hormat, dan patuh pada perkataan Umar.

Kisah di atas bisa menjadi contoh pada kita semua tentang sikap pemimpin yang baik. Dimana seperti yang dicontohkan Umar, pemimpin seharusnya adil, bijaksana, dan terbuka terhadap kritik, bahkan di depan umum.

Karena kritikan justru bisa menyelamatkan kita di saat kita tidak menyadari kesalahan yang telah dilakukan. Sehingga dengan bantuan dari orang lain, teguran itu bisa membuat kita introspeksi diri agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Karena menjadi pemimpin tidak pernah mudah. Sehingga kita butuh bantuan orang lain untuk mengingatkan di saat ada keputusan atau perintah yang menimbulkan mudarat bagi banyak orang.

Bahkan, dikisahkan Umar justru merasa bersyukur dan berterima kasih bila ada rakyatnya yang berani menunjukkan kesalahannya. Ia bahkan juga mendoakan orang tersebut agar dirahmati Allah. Karena Umar takut dengan beratnya pertanggungjawaban di mata Allah bila ia menjadi pemimpin yang tidak adil dan tidak bijaksana. Sehingga ia selalu berusaha memperhatikan keadaan rakyatnya.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar