Doa untuk Guru, Dosen, dan Ustad

Doa untuk Guru, Dosen, dan Ustad
Ilustrasi Guru (Pexels/fauxels)

INIKALSEL.COM – Jelang Bulan Ramadhan kita memang dianjurkan untuk memperbanyak amal, salah satunya adalah berdoa. Hal ini agar kita mulai membiasakan diri melakukan kebaikan sehingga terasa ringan saat menghadapi Ramadhan nanti.

Berdoa adalah ibadah yang dianjurkan karena saat berdoa, umat muslim berserah diri, menghamba, hanya bergantung pada Allah, dan mengesakan Allah. Lalu selain mendoakan diri sendiri, kita juga dianjurkan untuk mendoakan orang lain, salah satunya adalah guru.

Guru memiliki kedudukan yang tinggi dalam islam karena guru adalah orang berilmu dan mengajarkan ilmu. Sehingga sudah seharusnya umat islam juga sangat menghormati guru, salah satunya dengan mendoakannya. Bahkan guru juga disamakan seperti orang tua karena berkat jasanya kita bisa mengerti tentang halal dan haram, hak dan kewajiban, pahala dan dosa, ilmu dengan sesama manusia, dan lain sebagainya.

Guru yang dimaksud di sini tidak hanya guru kita di sekolah tapi juga guru-guru yang mengajarkan kita ilmu agama. Karena ilmu agama memiliki kedudukan yang tinggi sebagai bekal umat muslim untuk di dunia dan di akhirat.

Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, mendoakan guru sama harusnya seperti kita mendoakan orang tua, bahkan lebih. Entah doa yang berupa keselamatan, ampunan dan lain-lain.

Imam Ahmad bin Hanbal pun menjelaskan tentang hal ini.

“Wahai ayahku, bagaimana sosok Imam asy-Syafi’i itu? Aku mendengar bahwa engkau banyak mendoakannya,” tanya Abdullah bin Ahmad bin Hanbal.

“Wahai anakku, Imam Syafi’i itu diperumpamakan seperti matahari bagi dunia, dan kesehatan bagi manusia. Lihatlah, apakah kedua benda itu memiliki pengganti?” jawabnya atas pertanyaan anaknya itu.

Sehingga dari kisah ini bisa terlihat betapa mulianya seorang guru, terutama guru agama. Sehingga kita dianjurkan untuk mendoakan guru-guru, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Syekh Abdul Fattah Abu Guddah dalam catatan kaki kitab Risâlah al-Mustarsyidin pun menuliskan sebuah doa untuk menohon ampunan bagi guru-guru kita.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma-ghfir li masyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ wa-rhamhum wa akrimhum biridlwânikal ‘adhîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhiîn

Artinya: Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar