7 Etika Bercanda yang Diatur dalam Al-Qur’an dan Hadits

INIKALSEL.COM – Bercanda adalah salah satu hal menyenangkan yang bisa mencairkan suasana. Kegiatan ini juga bisa menambah keakraban.
Sehingga islam pun memperbolehkan umatnya untuk bercanda sebagai bagian dari kehidupan sosial. Namun di sisi lain, islam juga mengatur etika bercanda agar bisa membuat nyaman semua orang.
Karena tak jarang orang menggunakan dalih bercanda untuk merundung atau menyakiti orang lain. Hal ini tentu bertentangan dengan ajaran islam.
Dilansir melalui laman mui.or.id ada 7 etika bercanda yang diatur dalam islam.
1. Tidak Mengandung Nama Allah
Tidak boleh bercanda dengan nama Allah, Rasul, dan ayat Al-Qur’an. Bahkan dalam surat At Taubah ayat 65-66 dijelaskan bahwa tindakan ini adalah kekafiran sesudah beriman. Sehingga kita harus berhati-hati dalam berucap
2. Tidak Berbohong
Dalam sebuah hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah pernah memberi peringatan pada umatnya yang mengarang cerita bohong demi membuat orang lain tertawa.
3. Tidak Menyakiti dengan Sengaja
Dalam surat Al Hujarat ayat 11 Allah berfirman bahwa sekelompok laki-laki dan sekelompok perempuan dilarang merendahkan kelompok yang lain, jangan pula merendahkan diri sendiri, jangan memanggil dengan panggilan ejekan. Karena bisa jadi apa yang mereka tertawakan dan ejek lebih baik derajatnya di sisi Allah.
4. Tidak Melewati Batas
Dalam hadist riwayat Ibnu Majah Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berlebihan dalam tertawa. Hadist ini juga memiliki tafsir bahwa umat muslim tidak boleh melewati batas dan bercanda hanya dalam sewajarnya saja. Karena banyak tertawa bisa memakan hati.
5. Tidak Bercanda Terhadap Sesuatu yang Tidak Disukai Orang Lain
Etika kelima ini tak kalah penting untuk diperhatikan. Karena bercanda dengan isu, topik, atau masalah yang tidak disukai orang lain bisa memantik permusuhan karena rasa tersinggung.
Sehingga hindari hal yang sekitanya sensitif bagi lawan bicaramu. Karena kenyamanan dalam berhubungan sosial menjadi hal yang penting.
6. Tidak Menjadikan Topik Serius Sebagai Candaan
Mirip seperti poin nomor 5, adab muslim yang bijaksana dan pandai menempatkan diri diperlukan dalam segala situasi. Termasuk saat bercanda. Karena menjadikan topik serius sebagai candaan tentu tidak pada tempatnya dan bisa menurunkan nilaimu sebagai manusia. Lalu kelak perbuatan dan perkataanmu akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
7. Menghindari Larangan Allah
Sebagai umat muslim yang beriman sudah seharusnya menjauhi larangan Allah. Termasuk saat bercanda.
BACA JUGA
