Sikap Saat Takut dengan Tanda-tanda Kiamat dalam Islam

INIKALSEL.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah lebih sering dilanda berbagai macam bencana dibanding sebelumnya. Bahkan fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi kini terjadi di berbagai wilayah.
Bencana dan fenomena-fenomena ini terkadang dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat. Berbagai teori pun bermunculan mengenai hal ini.
Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, Rasulullah telah menyampaikan beberapa tanda-tanda kiamat pada umat islam. Sehingga wajar bila umat muslim merasa takut akan hal ini.
Para sahabat yang sehari-hari selalu bersama dengan Nabi bahkan juga merasakan hal yang sama, yaitu khawatir akan hari kiamat. Sehingga pembahasan mengenai kiamat ini sering ditanyakan oleh para sahabat.
Membahas kiamat bisa memicu motivasi untuk meningkatkan amal baik serta menambah waktu introspeksi diri terhadap perbuatan yang telah dilakukan. Namun tak jarang, ada sebagian orang yang justru takut berlebihan tentang topik ini.
Sehingga ia bukannya meningkatkan ibadah tapi justru lalai terhadap tugas dan kewajiban sebagai mukalaf karena rasa takutnya.
Ayat tentang hari kiamat pun telah diturunkan dalam Al-Qur’an. Imam Abu Abdillah Syamsuddin al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menyebut bahwa ayat ini Allah turunkan saat orang-orang musyrik Makkah bertanya mengenai kiamat.
Ayat ini turun untuk menjelaskan pada Nabi bahwa waktu terjadinya kiamat hanya Allah yang tahu. Sehingga Rasulullah saw cukup menjelaskan tanda-tanda dan peristiwa luar biasa yang akan terjadi ketika kiamat.
Syekh Wahbah az-Zuhaili pun menjelaskan ada 2 reaksi dari orang-orang Quraisy saat mendengar penjelasan Rasulullah saw tentang ayat ini.
Pertama ada yang takut lalu menambah keimanan dan ketakwaannya pada Allah. Kemudian kedua, ada yang semakin mengingkari kiamat secara penuh. Bahkan kaum musyrik Quraisy ini mencemooh Nabi karena mereka menganggap kiamat tidak akan pernah terjadi.
Sehingga, sikap yang benar dalam menyikapi tanda-tanda kiamat yang mulai banyak bermunculan saat ini adalah mengambil manfaat dari informasi yang disampaikan oleh Rasulullah untuk menambah keimanan, menambah semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan, hingga memperbaiki hubungan antar sesama manusia.
Seperti memelihara hubungan dengan orang tua, saudara, kerabat, hingga sahabat. Karena memelihara hubungan dengan manusia juga tak kalah penting dan juga bernilai ibadah. Jangan sampai karena sibuk beribadah lalu melupakan kewajiban menjaga hubungan baik antar sesama manusia.
Wallahu Alam.
BACA JUGA
