Mengenal Penyakit ‘Ain, Hati-hati dalam Memposting Sesuatu di Media Sosial

Mengenal Penyakit 'Ain, Hati-hati dalam Memposting Sesuatu di Media Sosial
Ilustrasi Penyakit 'Ain (Pexels/RDNE Stock project)

INIKALSEL.COM – Mengenal penyakit ain dalam islam. Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, penyakit ‘ain adalah rasa kagum atau dengki dengan nikmat orang lain sehingga menyebabkan pelakunya cenderung ingin mencelakakan orang lain.

Para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait hal ini. Ada yang menyebut penyakit ‘ain adalah kekuatan negatif, supranatural, atau wujud pelampiasan kebencian karena tidak suka dengan nikmat yang diperoleh orang lain.

Hal ini pun disebut dalam hadist Rasulullah SAW. Dikisahkan saat itu, sahabat Amir bin Rabiah merasa kagum dengan badan Sahabat Sahl bin Hanif yang putih dan bersih saat mereka mandi bersama. Kekaguman Amir bin Rabiah akan badan Sahl bin Hanif ini pun seketika membuat Sahl bin Hanif pingsan.

Para sahabat yang lain kemudian langsung mengadukan perkara ini pada Rasulullah ﷺ kemudian meruqyah Sahl bin Hanif.

Ini adalah salah satu contoh kekuatan negatif atau supranatural dari ‘ain pada orang lain. Efek lainnya bisa bermacam-macam.

Seperti ada yang bisa langsung sakit, kena musibah, atau bahkan bisa sampai menyebabkan kematian saat dipandang dengan kekaguman oleh orang yang berpenyakit ‘ain.

Sehingga tak heran bila Rasulullah menyebut bahwa penyakit ‘ain sebagai sesuatu yang harus diwaspadai karena efeknya berbahaya.

Sehingga Rasulullah mengajarkan umat islam untuk berdoa agar memohon perlindungan Allah atas penyakit ‘ain.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua Setan, Binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).

Sehingga diharapkan, ini bisa menjadi ikhtiar umat muslim agar terhindar dan dijaga dari penyakit ‘ain oleh Allah SWT.

Namun, tidak semua pandangan kagum atau dengki dengan nikmat orang lain bisa membahayakan. Pandangan kagum yang memiliki kekuatan ‘ain hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dan kriteria-kriteria tertentu. Seperti misalnya orang yang melakukan ritual-ritual tertentu.

Sehingga menurut MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, mengingatkan umat muslim untuk berhati-hati dalam memposting sesuatu di media sosial. Karena tidak selamanya postingan tersebut halal atau haram.

Karena dikhawatirkan akan ada orang yang tidak suka, bersifat hasut, iri dan dengki. Kemudian setan menggodanya melalui penyakit ‘ain.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar