Hukum Bagi Anak Durhaka Karena Ditelantarkan oleh Orang Tua

Hukum Bagi Anak Durhaka Karena Ditelantarkan oleh Orang Tua
Ilustrasi Anak dan Orang Tua (Pexels/Lina Kivaka)

INIKALSEL.COM – Hukum bagi anak durhaka yang ditelantarkan oleh orang tuanya. Islam telah mengatur hubungan sesama manusia, termasuk dalam hal ini tentang bagaimana kewajiban dan sikap yang seharusnya antara anak dan orang tua.

Dilansir melalui Instagram @nuonline_id, hal ini diabadikan dalam kisah yang terjadi di zaman Umar bin al-Khathab. Saat itu dikisahkan ada seorang lelaki yang datang dan mengadu pada Sayyidina Umar bahwa anaknya telah berperilaku buruk padanya.

Mendengar hal ini, Sayyidina Umar pun mempertemukan ayah dan anak ini untuk saling memberi klarifikasi. Sang anak pun membuat pengakuan mengejutkan tentang ayahnya yang tidak mendidiknya dengan baik. Sebaliknya, sang ayah menelantarkannya lantas anaknya saat ini bersikap kurang ajar padanya.

Ia bahkan tidak mengakui kesalahannya pada ayahnya. Ia pun berkata, “wahai Amirul Mukminin… Bukankah orang tua juga punya kewajiban kepada anaknya?”

Sayyidina Umar mengiyakan pertanyaan tersebut. Lantas si anak kembali bertanya mengenai kewajiban orang tua pada anak.

Mendengar hal ini, Umar pun menjawab:

أَنْ يَنْتَقِيَ أُمَّهُ وَيُحَسِّنَ اسْمَهُ وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ

“Memilihkan ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang bagus, dan mengajarkannya Al-Qur’an”.

Setelah mendengar penjelasan Umar, si anak menyebut bahwa ayahnya tidak melakukan ketiga hal di atas.

“Ibuku adalah seorang negro dari keturunan Majusi. Ayahku menamaiku ‘Kumbang’. Dan tidak pernah Ia mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” terang si anak.

Setelah mengetahui hal yang sebenarnya terjadi, Sahabat Umar pun menegur keras orang tua si anak tersebut.

جِئْتَ تَشْكُوْ عُقُوْقَ ابْنِكَ وَقَدْ عَقَقْتَهُ قَبْلَ أَنْ يَعُقَّكَ وَأَسَأْتَ إِلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُسِيْئَ إِلَيْكَ

“Anda mengadu kepadaku akan kenakalan anakmu, sementara anda sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Anda telah memperlakukannya dengan buruk sebelum ia memperlakukan buruk kepadamu!”

Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita sebagai orang tua tidak bisa hanya menuntut anak berperilaku baik tanpa pernah mencontohkan hal baik kepadanya.

Sehingga bila ingin memiliki anak yang baik, kita harus memulai dari diri sendiri. Bila diri sendiri telah terbiasa berperilaku dan berucap baik, maka kita akan mendapat jodoh yang baik. Karena telah disebutkan bahwa jodoh adalah cerminan diri. Bagaimana kita bisa mendapat jodoh yang baik bila diri sendiri tidak baik?

Selain itu, memilih ibu yang baik adalah kewajiban pertama orang tua pada anak. Kemudian setelah itu memberikannya nama yang bagus. Karena nama juga sebuah doa bagi sang anak.

Terakhir adalah mengajarkan anak Al-Qur’an. Sehingga anak akrab dengan perintah dan larangan Allah. Dengan begitu si kecil tahu bahwa durhaka pada orang tua termasuk hal tercela dan dilarang Allah.

Sehingga diharapkan anak tidak durhaka pada orang tua karena orang tua juga tidak durhaka pada anak.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar