Bagaimana Cara Gen Z Menjaga Diri Agar Tidak Pacaran?

Bagaimana Cara Gen Z Menjaga Diri Agar Tidak Pacaran?
Ilustrasi Pacaran (Pexels/Magda Ehlers)

INIKALSEL.COM – Bagaimana cara gen Z menjaga diri agar tidak pacaran?

Pacaran itu adalah gerbang awal menuju zina dan tentunya saja hal ini dilarang dalam islam. Namun banyak sekali anak muda yang tidak bisa menghindar dari pacaran.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari terpengaruh lingkungan, tidak bisa menahan diri, banyak godaan, hingga merasa kurang kasih sayang di rumah dan mencari perhatian melalui lawan jenis.

Dilansir melalui Instagram @nuonline_id mungkin ada yang menganggap pacaran punya manfaat, lantas mengapa dilarang? Mungkin banyak anak muda yang berpikiran demikian.

Pacaran memang punya manfaat, tapi mudharatnya lebih banyak. Orang yang pacaran mungkin akan merasa mendapat motivasi, lebih semangat, dapat perhatian, bahagia, dll.

Apalagi kalau di rumah ia merasa tidak bahagia atau kesepian dan pacaran bisa membuatmu merasa lebih hidup. Karena si dia ternyata mengisi kekosongan dan memberi kehangatan yang tidak kamu dapatkan di rumah.

Namun ingat, mudharatnya lebih besar. Ini sama halnya dengan minum khamar. Minum khamar memang ada manfaatnya, seperti semisalnya menghangatkan tubuh di cuaca dingin hingga menghilangkan beban sejenak saat ada masalah.

Namun mudharatnya lebih banyak, mulai dari sisi kesehatan hingga tindakan buruk yang mungkin terjadi saat sedang mabuk.

Lalu bagaimana cara anak muda dan gen Z menjaga diri dari pacaran?

Untuk mengatasi hal ini, sebelum mengenal lawan jenis kita harus membuat batasan. Tanamkan dalam diri sendiri bahwa kita harus menjaga diri dan ingat bahwa pacaran itu dilarang dalam islam.

Sehingga ketika kita mulai mengenal lawan jenis, kita tahu tujuan dekat dan kenalnya untuk apa. Semisal untuk menambah relasi, teman belajar, dsb. Sehingga kita bisa lebih membentengi diri.

Jadi dengan membangun benteng dan batasan dalam diri kita bisa lebih kuat dalam menahan godaan. Ingatkan diri kalau semisal belum mampu untuk menikah, perjalanan masih jauh menuju ke sana, jadi kita membuat batasan diri. Mencintai lah dengan berkesadaran dan mengenal seseorang harus tahu koridornya.

Menundukkan pandangan, tidak bersolek berlebihan bagi wanita, istighfar, hingga berpuasa bisa menjadi amalan untukmu menjaga diri.

Karena yang bisa mengendalikan diri kita hanya lah diri sendiri. Oleh karenanya pentingnya memilih lingkungan yang baik dan mengingatkan pada majelis taklim. Karena lingkungan adalah faktor penentu utama seorang muslim akan berhasil atau tidak dalam menjaga dirinya.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar