Doa Agar Tidak Marah, Hati Tenang Tidak Terbakar Emosi

Doa Agar Tidak Marah, Hati Tenang Tidak Terbakar Emosi
Ilustrasi Marah (Pexels/Moose Photos)

INIKALSEL.COM – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, marah adalah perasaan sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya); berang; gusar.

Marah adalah salah satu emosi saat hati terasa panas dan meletup. Perasaan ini bisa berbahaya bagi diri sendiri secara psikologis. Karena kemarahan yang terpendam bisa memicu beragam pemikiran dan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

Begitu juga bagi orang lain. Marah sangat berdampak negatif pada orang lain karena bisa menyakiti mereka secara fisik maupun batin. Bahkan parahnya, amarah yang terlontar pada orang lain terkadang bisa menjadi luka batin yang sulit disembuhkan.

Karena banyaknya mudarat ini, Islam meralang umatnya untuk marah. Namun dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemicu yang bisa membuat seseorang marah.

Mulai dari hal yang tidak sesuai rencana hingga hal besar seperti kebohongan dan pengkhianatan.

Lalu bagaimana cara menangani marah yang diajarkan Rasulullah SAW? Apa doa yang dibaca agar tidak marah?

Dilansir melalui laman resmi NU Online, Rasulullah saw mengajarkan antara lain doa sebagai berikut, seperti disebutkan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.

Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.

Selain membaca doa di atas, orang yang sedang marah dianjurkan minimal membaca ta’awudz. Bila masih marah, akan lebih baik bila ia berwudhu lalu melakukan shalat dua raka’at.

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari No 1469).

Kemudian ia berdoa kepada Allah dan memohon petunjuk dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah tersebut. Semoga Allah melindungi kita dari amarah yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

Wallahu Alam.

Tinggalkan Komentar