Cara Menghadapi Orang Tua yang Toksik dalam Islam

INIKALSEL.COM – Bagaimana cara menghadapi orang tua yang toksik dalam islam? Apakah kita tetap harus hormat atau boleh meninggalkan orang tua yang toksik?
Dilansir melalui laman resmi NU Online, cara menghadapi orang tua toksik dalam islam yaitu kita memperbolehkan untuk meninggalkan mereka bila mereka berpaling dari agama.
Jadi kalau orang tua berdebat denganmu atau memiliki keraguan iman pada Allah, maka cara terbaik untuk menyikapinya adalah memperlakukan mereka seperti orang asing.
Hal ini dijelaskan dalam Alquran surah At-Taubah ayat 23:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٢٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tattakhidzû âbâ’akum wa ikhwânakum auliyâ’a inistaḫabbul-kufra ‘alal-îmân, wa may yatawallahum mingkum fa ulâ’ika humudh-dhâlimûn
Artinya: Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Meski orang tua yang toksik bisa membuatmu kecewa, sedih, dan marah. Namun islam melarang untuk tidak memaafkan mereka.
Jadi meski banyak anak yang memilih hidup sendiri agar orang tuanya yang toksik ini tidak berpengaruh buruk dalam hidupnya, tapi Allah SWT tentu mengasihi mereka yang hatinya lapang.
Karena kunci kebahagiaan dalam Islam adalah hati yang damai karena sudah memaafkan kesalahan orang lain.
Hal ini pun telah tertuang dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 134 yang berbunyi sebagai berikut:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤
alladzîna yunfiqûna fis-sarrâ’i wadl-dlarrâ’i wal-kâdhimînal-ghaidha wal-‘âfîna ‘anin-nâs, wallâhu yuḫibbul-muḫsinîn
Artinya: (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Jadi kalau Anda memiliki orang tua yang toksik, selama mereka tidak memiliki keraguan iman pada Allah, kita dianjurkan untuk menyikapinya dengan cara baik-baik.
Bila ibu atau bapak kita punya sifat yang keras, kita tidak perlu membalas dendam dengan cara yang sama. Namun, jika mereka terus menyalahkanmu, maka cara menyikapinya adalah mencari bantuan.
Cobalah memberanikan diri untuk berbicara dengan anggota keluarga, teman, atau konselor. Mencari dan berbicara dengan orang-orang yang mendukungmu adalah hal yang penting dalam situasi ini.
Hal ini pun telah disebutkan dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 135 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْاۚ وَاِنْ تَلْوٗٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا ١٣٥
yâ ayyuhalladzîna âmanû kûnû qawwâmîna bil-qisthi syuhadâ’a lillâhi walau ‘alâ anfusikum awil-wâlidaini wal-aqrabîn, iy yakun ghaniyyan au faqîran fallâhu aulâ bihimâ, fa lâ tattabi‘ul-hawâ an ta‘dilû, wa in talwû au tu‘ridlû fa innallâha kâna bimâ ta‘malûna khabîrâ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.
Karena membalas perlakuan atau perkataan orang tua dengan cara yang sama buruknya dilarang keras oleh Allah SWT. Sehingga, sambil meminta bantuan seperti yang disebutkan ayat di atas, Ansa juga sebaiknya mencari tahu dan memahami sudut pandang lain tentang cara parenting orangtuamu.
Hal ini juga disebutkan dalam surah An Nahl ayat 90 sebagai berikut.
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Innallāha ya`muru bil-‘adli wal-iḥsāni wa ītā`i żil-qurbā wa yan-hā ‘anil-faḥsyā`i wal-mungkari wal-bagyi ya’iẓukum la’allakum tażakkarụn
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Ada doa yang dibaca Nabi Musa AS saat menghadapi Firaun.
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Rabbi najjini minal qaumidhalimin.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Qashas: 21)
Demikian cara menghadapi orang tua toksik dalam islam. Semoga bermanfaat. Wallahu Alam.
BACA JUGA
