Disperkim Kalsel Gelar Tanda Tangan Kontrak Pekerja Honorer dan Penandatangan Pakta Integritas

INIKALSEL.com – Penandatangan Kontrak Kerja bagi Pekerja Honorer di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berlangsung Selasa 7 Januari 2025.
Bertempat di aula kantor Disperkim Kalsel, Banjarbaru, Kadisperkim Kalsel, Mursyidah Aminy bersama Sekretaris, Rusidah pimpin langsung acara penandatanganan kontrak kerja tenaga honorer ini.
Hadir dalam acara tersebut seluruh tenaga honorer yang akan menandatangani kontrak, dimana mereka sudah melalui evaluasi sesuai arahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Terkhusus tenaga honorer tersebut yang masuk kategori R3.
“Kontrak kerja tenaga honorer ini telah kita sesuaikan peraturan Menpan RB, kategori R3,” kata Mursyidah seperti dikutip dari Info Publik.
Harapannya penandatanganan kontrak ini dapat dorong para tenaga honorer supaya bekerja lebih baik sekaligus berkontribusi untuk pembangunan di bidang perumahan dan kawasan permukiman atau PKP.
Tak hanya itu, semua tenaga kontrak di Disperkim Kalsel sudah jalani seleksi lewat psikotes.
“Hasil tes tersebut berikan gambaran terkait karakter masing-masing pekerja honorer yang akan bekerja di Disperkim Kalsel. Hanya yang penuhi syarat yang diterima sebagai tenaga kontrak,” kata dia.
Penandatanganan Pakta Integritas
Pada kesempatan yang sama Disperkim Provinsi Kalsel juga gelar penandatanganan pakta integritas serta perjanjian kinerja untuk semua pegawai.
Mursyidah Aminy katakan perjanjian kinerja ini menjadi bentuk komitmen semua pegawai untuk selesaikan pekerjaan sesuai tugas serta fungsi masing-masing.
“Penandatangan pakta integritas dan kinerja ini adlaah untuk eselon III, eselon IV dan juga staf Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Mursyidah.
Disperkim Kalsel akan jalankan beberapa program pada 2025.
Program tersebut termasuk program prioritas bidang perumahan terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kemudian program 3 juta rumah dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain itu, ada pula program perbaikan RTLH pascabencana program prioritas bidang perumahan dan kawasan permukiman serta program penanganan kawasan kumuh di Provinsi Kalsel.
”Tentu perlu komitmen serta dukungan penuh untuk jalankan program tersebut,”kata dia.
Harapannya, ia tambahkan, kolaborasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten atau kota di tahun ini semakin meningkat.
Tentu kolaborasi ini terkait giat pembangunan rumah berbasis komunitas yang kini masih dalam progres.
”Pada 2025 nanti akan ada pengerjaan rumah berbasis komunitas dengan luas lahan 3,5 hektar,” terangnya. “Nanti ada juga 2 hektar untuk rumah berbasis komunitas di Kalsel.”
BACA JUGA

