Kalsel Jadi Pasar Potensial Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

INIKALSEL.COM – Kalimantan Selatan (Kalsel) kini semakin menjadi sorotan sebagai pasar potensial bagi pengedar narkoba jaringan internasional.
Hal ini terbukti dengan pengungkapan kasus besar oleh Direktorat Reserse Narkoba Kalsel yang berhasil mengamankan sekitar 20 kilogram sabu.
Operasi ini merupakan bagian dari jaringan internasional Fredy Pratama.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap lima tersangka yang terlibat dalam peredaran narkoba ini.
Dari kelima tersangka, empat di antaranya berasal dari Bandung, yaitu MRF, DH, MRM, dan RSH.
Sedangkan satu tersangka lainnya, ARE, merupakan warga Kalsel. Penangkapan ini dilakukan pada Rabu, 10 Juli 2024.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh pihak kepolisian mengenai akan adanya pasokan narkoba dalam jumlah besar yang masuk ke wilayah Kalsel.
Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim yang dipimpin oleh Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Ade Harri Sistriawan.
Mereka melakukan penyelidikan mendalam dengan menggali informasi dan memetakan jaringan pengedar yang terlibat.
Hasil penyelidikan tersebut membuahkan hasil pada Selasa, 9 Juli 2024. Petugas berhasil menangkap lima tersangka di dua lokasi terpisah.
Lokasi pertama berada di Jalan Ahmad Yani Km 7, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, di mana petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sekitar tujuh kilogram sabu-sabu.
Lokasi kedua berada di Jalan Ahmad Yani Km 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, dengan barang bukti sekitar 13 kilogram sabu-sabu.
Dari pengakuan para tersangka, diketahui bahwa mereka baru satu minggu berada di Kalsel setelah melakukan perjalanan dari Kalimantan Timur.
Kombes Pol Kelana Jaya menyebutkan bahwa dari ciri-ciri kemasan sabu-sabu yang dibungkus dalam teh Cina dan jalur pengiriman yang digunakan, kuat dugaan bahwa jaringan ini masih dikendalikan oleh Fredy Pratama.
“Barang masuk ke Indonesia dari Malaysia dengan tujuan Kalimantan sebagai pasarnya,” jelas Kombes Pol Kelana Jaya, didampingi oleh Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi.
Saat ini, tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel masih terus melakukan pengembangan di lapangan.
Mereka membawa serta para tersangka guna mengungkap kemungkinan adanya barang bukti lainnya yang masih disembunyikan.
Kombes Pol Kelana Jaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Kalsel, serta menangkap para pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan ini.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa Kalsel merupakan target pasar yang potensial bagi pengedar narkoba internasional.
Oleh karena itu, kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah ini.
Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan cepat jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.
Kalsel kini semakin menjadi perhatian sebagai pasar potensial bagi pengedar narkoba jaringan internasional.
Pengungkapan kasus besar yang melibatkan sekitar 20 kilogram sabu-sabu ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian harus terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba.
Dengan kerjasama yang baik antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan peredaran narkoba di Kalsel dapat ditekan dan generasi muda dapat diselamatkan dari bahaya narkoba.
Sumber: Jejakrekam.com
BACA JUGA
