Mendorong Peningkatan Ekonomi Daerah Melalui Budidaya Padi Apung di Kalimantan Selatan

INIKALSEL.COM – Pada akhir pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel menggelar kegiatan pendampingan/workshop yang bertujuan untuk mendukung pengembangan budidaya padi apung di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Abidir Rahman, yang mewakili Kepala OJK Kalsel dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya dukungan untuk pengembangan budidaya padi apung.
Ia menyampaikan bahwa metode ini telah terbukti efektif dalam memanfaatkan lahan rawa yang tergenang air sepanjang tahun, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.
Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan budidaya padi apung, mengingat luasnya lahan rawa lebak yang cocok untuk metode ini.
Budidaya padi apung tidak hanya memperpendek masa tanam, namun juga memungkinkan untuk dilakukan sepanjang tahun, termasuk pada musim penghujan.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, selain dari pihak OJK dan DPKP Provinsi Kalsel, turut hadir pula perwakilan dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Pertanian dari Kabupaten lain di sekitar Hulu Sungai Selatan.
Hadir pula perwakilan dari lembaga jasa keuangan seperti Bank Mandiri, Bank BNI, BSI, Bank Kalsel, PNM, Jamkrindo, Jamkrida, dan Jasindo, yang turut berperan dalam mendukung akses pembiayaan bagi petani padi apung.
Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis tentang budidaya padi apung, serta memaparkan kendala dan risiko yang mungkin timbul, termasuk perhitungan ekonominya.
Para peserta juga diajak untuk melihat langsung lokasi budidaya padi apung di sekitar Kecamatan Daha, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan gambaran yang jelas kepada para petani.
Selain sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, kegiatan ini juga dirancang untuk memfasilitasi pertemuan antara lembaga jasa keuangan dengan para petani padi apung.
Dengan demikian, diharapkan bahwa lembaga jasa keuangan dapat lebih memahami potensi dan kelayakan dari segi pembiayaan, yang pada gilirannya akan mendorong pengembangan lebih lanjut dari budidaya padi apung di Kalimantan Selatan.
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Kalimantan Selatan bersama DPKP dan stakeholder terkait tidak hanya berupaya untuk meningkatkan produktivitas budidaya padi apung, tetapi juga untuk menjadikan budidaya ini sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga keuangan, dan petani, diharapkan budidaya padi apung dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dalam memanfaatkan potensi alam Kalimantan Selatan secara optimal.
Sumber: Jejakrekam.com
BACA JUGA
