Kebakaran di Mushola Kawasan Simpang Gusti Banjarmasin Tengah Malam Kemarin

Kebakaran di Mushola Kawasan Simpang Gusti Banjarmasin Tengah Malam Kemarin
Ilustrasi Kebakaran (pexels.com/@moein-moradi-209759)

INIKALSEL.COM – Disaat sebagian warga Simpang Gusti VI, Jalan H. Hasan Basry, Kayu Tangi, Banjarmasin Utara sedang tertidur lelap, tiba-tiba warga dikejutkan dengan amukan jago merah.

Jumat, 10 Januari 2025, malam sekitar pukul 22.15. WITA terjadi kebakaran yang membuat warga sontak bangun, bahkan sebagian warga lagi mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya dan memukul mukul tiang listrik seiring relawan pemadam kebakaran berdatangan dan langsung menangani amukan si jago merah

Salah seorang relawan Iyuh Leroth melalui Handy Talkie (HT) menyampaikan bahwa dia mendapatkan informasi kebakaran yang diterima melalui grub WhatsApp.

Tidak hanya itu, dia juga menyampaikan bahwa terjadi kebakaran di kawasan Jalan Simpang Gusti VI, Kayu Tangi, Banjarmasin.

“Saat ini telah terjadi kebakaran (10.1.1) di Simpang Gusti VI, Alalak Utara,” ucapnya di grup WhatsApp, sebagaimana yang dikutip INIKALSEL.COM dari KBK.News.

Berkat kesigapan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) kobaran api dinyatakan padam 100 persen sekitar pukul 22.57 Wita.

Objek yang terbakar merupakan tempat ibadah.

“Berdasarkan informasi dari rekanan yang bertugas di lapangan, objek yang terbakar adalah bagian atap mushala yang berada di kawasan setempat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan masih belum diketahui secara pasti penyebab yang diakibatkan atas peristiwa tersebut.

Di satu sisi, masih mengenai kebakaran di Sebuah Musala terbakar di Jalan Simpang Gusti VI, Kelurahan Alalak Utara, Kemacatan Banjarmasin Utara yang bernama Nurul Yakin seorang warga setempat beragama Islam usia 54 tahun mengatakan, saat diluar rumah ia mencium bau asap, dari bangunan yang ada disebelah mushola tersebut.

“Awalnya saya kira dari rumah yang ada disebelahnya, setelah dicek ternyata apinya berasal dari ruangan yang ada di musala itu,” ujarnya di lokasi tersebut.

Melihat Ia meminta bantuan dengan warga untuk memadamkan api tersebut.

“Kita bawa Apar untuk memadamkannya, cuma kita tidak bisa masuk karena pintunya terkunci. Sempat kita dobrak pintunya, tapi belum bisa terbuka,” lanjutnya.

Kemudian, warga meminta bantuan relawan BPK dan juga Damkar Kota Banjarmasin, untuk memadamkan api tersebut.

Ketua Rt 31 Supana mengungkapkan, saat kejadian musala tersebut dalam keadaan kosong.

“Bangunannya ini sudah beton, hanya kerangka atap dan beberapa bagian bangunannya masih dari kayu,” ungkapnya.

Beruntung pada kejadian itu tidak sampai memakan korban jiwa. Sementara untuk kerugian dan penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti, menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, dan pendataan dari pihak pemko Banjarmasin.***

Tinggalkan Komentar