5 Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah di Kota Banjarmasin, Dari Menara Pandang Hingga Monumen 9 Nopember

INIKALSEL.COM – Kota Banjarmasin dengan pesonanya yang khas dan udara sejuknya, tak hanya menyuguhkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan segudang cerita sejarah yang menarik untuk ditelusuri.
Bagi para pelancong yang haus akan pengetahuan dan pengalaman baru, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Bukittinggi adalah pilihan yang tepat. Berikut adalah 5 rekomendasi tempat wisata sejarah di Kota Banjarmasin yang wajib Anda kunjungi:
5 rekomendasi tempat wisata sejarah di Kota Banjarmasin
1. Menara Pandang Banjarmasin: Ikon Kota Banjarmasin
Sebagai ikon Kota Banjarmasin, Menara Pandang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan. Menara yang menjulang tinggi ini tidak hanya berfungsi sebagai titik lokasi melihat pemandangan Kota Banjarmasin dari ketinggian saja tapi juga menyimpan nilai sejarah yang mendalam.
Dibangun pada tahun 2014, Menara Pandang Banjarmasin menjadi saksi bisu perjalanan Kota Banjarmasin tepat sejak 10 tahun yang lalu.
Desain arsitekturnya yang unik dan kokoh membuat bangunan ini begitu khas dan mudah dikenali. Selain itu, Menara Pandang Banjarmasin juga dibangun dengan tujuan sebagai objek wisata khas Banjarmasin.
Menara ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Banjarmasin.
Lokasi : Jalan Kapten Piere Tendean Nomor 07, RT.16 RW.2, Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123.
Google Maps : Menara Pandang Banjarmasin
2. Museum WASAKA: Mengenang sang Pahlawan saat Melawan Belanda
Bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia, nama WASAKA tentu tidak asing lagi. Rumah yang dibangun untuk museum sejarah dari perjuangan rakyat Kalimantan Selatan untuk melawan penjajahan Belanda.
Menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi, karena di rumah sederhana inilah, pengunjung bisa belajar dan mengenang sang pahlawan saat melawan Belanda.
Dengan mengunjungi rumah ini, pengunjung dapat merasakan suasana kehidupan masa lalu dan mengenal lebih dekat sosok para rakyat kecil yang sudah berjasa.
Lokasi : Jalan Kampung Kenanga, Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70122.
Google Maps : Museum WASAKA
3. Monumen 9 Nopember Banjarmasin: Melihat Kemegahan Masa Lalu
Tak jauh dari Museum WASAKA, terdapat Monumen 9 Nopember Banjarmasin yang megah. Monumen ini tempat berkumpulnya orang orang soleh.
Kini Monumen 9 Nopember Banjarmasin sedikit tidak terawat padahal tempat bersejarah dan saksi perjuangan.
Lokasi : Jalan Kol Soepirman Nomoe 36 Benua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur. Kota Banjarmasin, kelurahan 70236.
Google Maps : Monumen 9 Nopember Banjarmasin
4. Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin: Tempat Festival Budaya Antar Suku Nusantara
Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin merupakan bukti bahwa di Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin sering terdapat festival budaya antar suku nusantara.
Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin ini dibangun di pinggir jalan tepian Sungai Martapura dan posisinya persis di depan bekas perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan.
Wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin, bisa bersantai di sini, karena tempat ini juga menyajikan pemandangan asri Sungai Martapura dengan lalu lalang transportasi sungai dan aktifitas di seberangnya.
Di Taman Nol Kilometer juga terdapat arena bermain dan panggung serta bangku panjang melingkar yang menghadap ke panggung dan terdapat dermaga sungai di sisi taman.
Kawasan ini akan semakin indah karena Pemprov Kalimantan Selatan melalui Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan sudah membangunan fasilitas di lahan bekas perkantoran Pemprov Kalsel yaitu taman, joging track, musala, dan fasilitas penunjang lainnya.
Menariknya pula akan ada fasilitas lain yang berfungsi sebagai layanan publik antara lain SIM corner, samsat corner, info wisata, dan lain sebagainya.
Kemudian terdapat Tugu Nol Kilometer yang tingginya mencapai 99 meter terdiri enam lantai, yang mana empat lantainya akan dimanfaatkan untuk komersil dan dua lantai atas untuk observasi atau melihat panorama kota.
Di sisi lain, Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin juga terdapat Siring Sudirman untuk bersantai atau berolahraga macam joging, senam dan lainnya.
Bagi wisatawan yang suka jogging tentunya sangat pas karena bisa keliling seiring yang menghubungkan dua siring ada dua jembatan yakni Jembatan Merdeka dan Jembatan Pasar Lama.
Lokasi : Jalan Jendral Sudirman, Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123.
Google Maps : Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin
5. Kota Lama Banjarmasin: Tempat Kolonial Belanda Singgah
Kota Lama Banjarmasin merupakan peninggalan sejarah kolonial Belanda yang masih terjaga dengan baik. Wilayah itu dibangun pada 5 abad silam dan berfungsi sebagai peninggalan bersejarah dari jaman Belanda.
Dengan banyaknya arsitektur yang kokoh dan pemandangan yang indah, Kota Lama Tempoe Doeloe Banjarmasin menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, di sekitar Kota Lama Banjarmasin juga terdapat berbagai fasilitas wisata seperti tempat nongkrong kopi, cafe, dan jajanan menarik lainnya.
Seorang Sejarawan Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin ini mengatakan, kota lama ini sebenarnya lahir sejak tahun 1526 yang artinya saat ini sudah berumur 498 tahun.
Kota Lama Banjarmasin Tempoe Doeloe memiliki nama awal mulai dari Bandarmasih, Banjarmasih hingga Banjarmasin yang digunakan hingga saat ini.
Seorang Sejarawan itu juga menjelaskan, berbeda dengan kota tua yang ada di daerah lain, Kota Lama Banjarmasin ini terdapat kanal sebagai salah satu peninggalan bersejarah dari jaman Belanda.
“Pola perumahan permukinan ini berbeda dengan kota lainnya, dari segi geografis strukturnya sudah berbeda, sebab di Banjarmasin terdapat budaya sungai yang umumnya masyarakat menggunakan jalur sungai untuk lalu lintas, sehingga tidak mengenal jalan darat dan jembatan,” ujar lulusan Universitas Lambung itu.
Kanal atau sistem pengairan yang dibangun pada jaman Belanda, ditemukan sebanyak 10 kanal di Kota Banjarmasin sebagai upaya untuk mengatasi bencana banjir. Peninggalan bersejarah lainnya yang saat ini masih ada antara lain Gereja Katedral, Kelenteng Suci Nurani, dan Kelenteng di Pasar Niaga.
“Meskipun di kawasan Kota Lama Banjarmasin Tempoe Doeloe ini sudah banyak bangunan bersejarah yang hancur, namun beberapa bangunan tua peninggalan jaman Belanda masih bisa dimunculkan. Seperti bekas hotel peninggalan jaman Belanda yang diharapkan bisa menjadi ikon Kota Lama Banjarmasin Tempoe Doeloe,” ungkap Mansyur.
Lokasi : Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70231.
Google Maps : Kota Lama Banjarmasin.***
Sumber: Google Maps
BACA JUGA
