Pelatihan Operator Pengelolaan UPJA Demi Kemajuan Pertanian Kalsel

Operator UPJA Kalsel
Pelatihan operator/pengelolaan UPJA TPH angkatan III 2024 pada 28 hingga 30 November di Banjarbaru (InfoPublik)

INIKALSEL. com  – Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar Pelatihan operator/pengelolaan Usaha Pelayanan Jasa Alsinta (UPJA) TPH angkatan III  2024 pada Kamis (28/11/2024) di Banjarbaru.

Dilansir dari Info Publik, sebanyak 30 peserta dari lima Kabupaten ikuti kegiatan yang berlangsung tiga hari sejak 28 hingga besok 30 November 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Saptono katakan pembangunan pertanian wajib jadi bagian integral dari pembangunan nasional.

“Giat ini penting dalam berikan perlindungan, pemberdayaan, serta jaminan kedaulatan petani saat mengelola usahanya,” kata Saptono. Ia mewakili Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadispangtan) Provinsi Kalsel, Imam Subarkah.

Ia katakan melalui pelaksanaan Pelatihan Operator/Pengelola UPJA TPH, dapat tingkatkan pengetahuan serta skill peserta untuk lakukan kegiatan operasional sekaligus perawatan dan perbaikan alsintan.

Dengan demikian, operator dapat mengikuti perkembangan teknologi dalam pertanian.

“Dengan pelatihan ini, maka mempercepat proses pengolahan tanah serta penanaman sekaligus panen secara ekonomis dalam tingkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat petani di pedesaan,” ujarnya.

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Brigade Swasembada Pangan Jadi Andalan Pemprov Kalsel

Sebagai informasi, UPJA adalah bagian rekayasa sosial yang ada di tingkat lapangan di bidang peningkatan pendayagunaan alsinta pertanian.

Sehingga pemanfaatannya secara efisien melalui pola usaha  dapat membantu usaha tani tanaman semusim.

Pentingnya Pelatihan Operator UPJA untuk TIngkatkan Produktivitas Petani

Hingga saat ini pemanfaatan alsinta pertanian bagi petani kecil secara individu masih sangat kurang karena keterbatasan modal petani.

“Keberadaan UPJA ini dapat meningkatkan pemanfaatan alsinta pertanian. Jadi tidak sekadar olah lahan sendiri. Namun pemanfaatannya dapat melayani pekerjaan pertanian di lahan milik petani lain,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama , Kepala BPSPTPH Kalsel, Wahdah, tambahkan pelatihan operator UPJA sangat penting untuk pengelolaan alat-alat pertanian.

“Harapannya pelatihan ini dapat tambah pengalaman dan nantinya berbagi pengalaman untuk teman-teman lainnya terkait pengeloaan alat pertanian mendatang. Terlebih saat ini pemerintah inginkan kemajuan lebih di sektor pertanian,”katanya.

Tinggalkan Komentar