Debat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Bahas Penerapan Pancasila Untuk Generasi Muda

Debat Paslon Gubernur Kalsel
Kedua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan selatan dalam debat terbuka kedua dan terakhir (Tangkapan layar Kanal YouTube KPU Kalsel)

INIKALSEL.com – Salah satu topik yang dibahas dalam debat terbuka pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) yang digelar pada Minggu (17/11/2024) malam adalah Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan

Dikutip dari kanal YouTube KPU Kalsel, setiap paslon harus menjabarkan strategi dalam menanamkan jiwa Pancasila untuk masyarakat Kalimantan Selatan.  Hal ini khususnya karena ada tantangan budaya asing yang bersifat merusak, baik langsung maupun tidak langsung

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua, Hj Raudatul Jannah dan Akhmad Rozanie Himawan Nugraha mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab.

Hj Raudatul Jannah katakan bahwa memang sulit menahan masuknya teknologi dan globalisasi.

“Memang teknologi dan globalisasi penting untuk kemajuan daerah. tetapi kita harus memperkokoh budaya kita serta meningkatkan karakterisitk dan menghargai budaya leluhur yang harus dialihgenerasikan,” paparnya.

Ia sampaikan visi dan misi paslon nomor urut dua yakni akan memberikan ruang  publik dan ekspresi bagi anak muda.

“Hal ini sebagai salah satu program unggulan kami dimana anak muda mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan seni melalui aktivitas dan rekreasi dengan menyediakan fasilitasnya,” ujar Hj Raudatul Jannah. “Selain itu, kami juga melakukan edukasi serta penguatan melalui kegiatan organisasi kepemudaan sehingga dapat melakukan hal positif di waktu luang.”

Ketua KPU Kalsel Ingatkan Larangan Politik Uang di Debat Terakhir Calon Gubernur dan Wakil Gubernur

Sedangkan paslon nomor urut satu  H Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman memberikan visi yang berbeda.

H Muhiddin sampaikan akan memperkuat pendidikan dan sosialisasi nilai kebangsaan.

“Selain kami akan melakukan silaturahmi antar umat beragama maka kami akan giatkan forum silaturahmi antar suku Dayak,” katanya.

Sedangkan calon Wakil Gubernur Kalsel nomor urut satu Hasnuryadi Sulaiman juga katakan bahwa acara Barito Bersalawat yang sempat digelar beberapa waktu lalu juga menjadi implementasi salah satu sila Pancasila, yakni sila pertama.

Dalam debat tersebut, pendapat paslon gubernur Kalsel nomor urut satu mendapatkan tanggapan dari paslon nomor urut dua.

Hj Raudatul Jannah mengatakan bahwa visi dan misi mereka berbeda.

“Anak muda itu punya keinginan dan kreativitas tinggi. Memang pendidikan agama sudah mereka dapatkan sejak kecil. Tapi kalau tidak ada ruang ekspresi dan hanya edukasi yang dipaksakan, maka mereka tidak berkembang,” katanya.

Ia katakan bahwa anak muda tidak mudah menurut apabila hanya mendapatkan edukasi semata tanpa ada penyaluran potensi.

Tinggalkan Komentar