Terpilih Sebagai Bupati HSU, Ini Kata Sahrujani

INIKALSEL.com – Sahrujani dan Hero Setiawan atau Iwan Alabio (Sajiwa) sah sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU periode 2025 – 2030 setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) resmi menetapkan mereka pada Kamis (9/1/2025).
Bertempat di Minosa Resort Amuntai, KPU HSU gelar rapat pleno terkait hasil Pilkada serentak 2024 lalu.
Turut hadir pada kesempatan tersebut adalah Ketua DPRD HSU kemudian jajaran forkopimda HSU, serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dan juga Bawaslu HSU.
Hadir pula perwakilan dari paslon dan juga partai politik serta organisasi masyarakat beserta tamu undangan lainnya.
Ketua KPU HSU Ihsan Rahmani katakan rapat pleno tersebut adalah puncak serangkaian proses pemilihan kepala daerah yang sukses karena berlangsung demokratis serta lancar.
“Kami ucapkan terima kasih untuk semua warga HSU yang turut berpartisipasi aktif dalam pilkada ini. Hari ini, rapat pleno hari tandai tahap akhir proses demokrasi yang sudah kita jalankan bersama,” ujarnya seperti dikutip dari Info Publik.
Pada kesempatan tersebut, ia juga bacakan Surat Keputusan (SK) Pemilihan Umum (Pemilu) Nomor 4 tahun 2025, yang mengatur tentang penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati HSU terpilih 2024.
“Menetapkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati nomor urut tiga Hulu Sungai Utara yaitu Sahrujani dan Hero Setiawan dengan perolehan suara terbanyak 58.970 suara atau persentase 50,32 persen dari total suara sah”, katanya.
Ia berharap semua tahapan yang telah tuntas supaya segera dapat berkolaborasi bangun daerah HSU menuju arah lebih baik.
Terpilih Sebagai Bupati HSU, Ini Kata Sahrujani
Pada kesempatan yang sama Sahrujani sebagai Bupati HSU terpilih, sampaikan terima kasih untuk seluruh warga HSU untuk kepercayaan yang telah mereka berikan.
“Kami memiliki omitmen menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” imbuh dia. “Dan kami akan bekerja keras demi memajukan Kabupaten HSU.”
Haji Jani, begitu akrab disapa, juga sorot seputar kasus gizi buruk alias stunting yang masih cukup tinggi di kawasan tersebut.
Ia juga menyinggung tentang indeks pembangunan manusia atau IPM yang rendah, sekaligus kasus narkoba di HSU.
BACA JUGA

