Nikita Willy Pilih Melahirkan di Amerika Bukan di Indonesia, Ternyata Ini Alasannya

INIKALSEL.COM – Nikita Willy diketahui baru saja melahirkan anak keduanya bernama Nael Idrissa Djokosoetono pada 15 Desember 2024 di Amerika Serikat.
Ditemani Indra Priawan, pemeran dan model Indonesia itu menjalani persalinan dengan prosedur water birth yang dilakukan di dalam air hangat.
Aktris Nikita Willy melahirkan anak keduanya di RS Cedar Sinai, Los Angeles, California, Amerika Serikat yang tidak lain itu merupakan rumah sakit yang sama saat Niki melahirkan putra pertamanya.
Tentu saja, kabar tentang Nikita Willy yang gemar tampil dengan gaya trendy pamer baby bump sebelum melahirkan hingga sampai saat ini masih menjadi topik pembicaraan hangat.
Setelah ditelusuri, Nikita Willy pilih melahirkan di Amerika karena di sana semua rumah sakit rata-rata memiliki fasilitas kesehatan yang sangat lengkap dan sesuai dengan kebutuhan para perempuan, tak terkecuali RS Cedar Sinai.
Apalagi di RS Cedar Sinai punya tenaga medis yang sangat profesional dan berkualitas, bahkan mereka juga menyediakan lahiran dengan metode water birth.
Keuntungan Persalinan Water Birth
INIKALSEL.COM kutip dari YouTube CajunStrok, banyak manfaat water birth menawarkan beberapa keuntungan seperti mengurangi rasa sakit, karena air berfungsi sebagai pereda nyeri alami, sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
Selain itu, suhu air yang hangat dan mengapung di dalam air dapat membantu relaksasi sehingga pada ibu hamil yang menggunakan metode ini merasa rileks dan nyaman.
Mengurangi penggunaan obat-obatan juga menjadi keuntungan persalinan water birth, sebab dalam beberapa kasus, water birth dapat mengurangi penggunaan obat-obatan pereda nyeri.
Kontak kulit ke kulit dengan begini dapat meningkatkan ikatan ibu dan bayi, sehingga setelah lahir diharapkan kedua insan ini hubungannya semakin tambah kuat.
Risiko Melahirkan Dengan Metode Water Birth
Meski banyak keunggulan yang didapat, tapi tetap ada beberapa risiko melahirkan dengan metode water birth yang bisa dialami oleh bayi.
Seperti bayi bisa terkena infeksi, Tali pusar bisa putus sebelum bayi keluar dari air, suhu bayi terlalu tinggi atau terlalu rendah, bayi tidak sengaja menghirup air, dan bayi mengalami kejang atau tidak bisa bernapas.
Apalagi dalam hal ini bisa menimbulkan penyakit akibat infeksi seperti legionnaires yang disebabkan oleh infeksi bakteri legionella.
Apabila bakteri tersebut legionella tersebut tidak sengaja terhirup oleh ibu ataupun bayi, bisa-bisa bayi mengalami demam, batuk, hingga pneumonia.
Sekedar informasi tambahan, water birth sebenarnya merupakan proses melahirkan yang dilakukan dengan berendam di dalam air hangat, bisa di bathtup maupun di bak tiup, menggunakan air antara 32-38 derajat Celsius agar memberikan kenyamanan bagi ibu untuk melahirkan.
suhu air biasanya jika melebihi 38 derajat Celsius dapat menyebabkan suhu inti tubuh ibu meningkat dan membuat jantung bayi berdetak cepat.
Berendam dalam air saat melahirkan ternyata dapat mempersingkat durasi persalinan dan melahirkan di dalam air juga bisa mengurangi kebutuhan obat pereda nyeri atau analgesik.
Tidak hanya itu, bagi siapa saja yang melahirkan di dalam air bisa tidak mengalami inkontinensia stres yang mana gangguan ini merupakan akibat dari kebocoran urine akibat tekanan pada kandung kemih yang umum terjadi pasca melahirkan.
Pada umumnya, seorang ibu yang baru melahirkan dapat mengalami inkontinensia selama 42 hari setelah melahirkan, apabila melahirkan secara normal.***
BACA JUGA
