Profil Lady Aurellia Pramesti dalam Kasus Penganiayaan Dokter Koas di RS Fatimah Palembang, Sumatera Selatan

INIKALSEL.COM – Mahasiswa kedokteran bernama Lady Aurelia Pramesti baru-baru ini dibicarakan warganet.
Hal itu lantaran Lady Aurelia Pramesti diduga menjadi biang kerok dari kasus penganiayaan seorang koas di RS Fatimah Palembang, Sumatera Selatan.
Ayah Lady Aurellia Pramesti diketahui memukul korban bernama Luthfi di salah satu cafe Demang Lebar Daun di Palembang.
Dugaan tersebut muncul setelah sebuah tangkapan layar berisi percakapan yang membahas soal penyebab Luthfi dianiaya viral di media sosial dan salah satu akun yang mengunggah adalah @lambe_turah.
Pemicu Luthfi Dokter Koas FK Unsri di Palembang dipukul oleh cinta pertama Lady Aurellia Pramesti adalah karena masalah jadwal absen.
Sebab, pada jadwalnya tersebut nanti bertepatan dengan agenda dia hendak pergi berlibur ke Eropa.
Konon dari berita yang beredar, korban sudah tiga kali mengganti jadwal jaga hanya karena Lady Aurelia Pramesti merasa tidak puas dengan jadwal tersebut.
“Korban ketua stase anak. Sudah 3 kali ganti jadwal jaga karena budak ini (Lady) tidak pernah puas selalu ngomong tidak adil padahal teman-teman sudah setuju,” isi chat kronologi yang kini viral, dikutip INIKALSEL.COM pada Jumat 13 Desember 2024.
Dijelaskan juga di chat itu, sebelum kejadian pemukulan, korban pulang dari jadwal jaga sekitar pukul 16.00 WIB lantaran di telepon oleh ibunda Lady Aurelia Pramesti karena ingin membahas soal jadwal piket yang telah diaturnya.
Sayangnya, tidak disangka-sangka pertemuan itu berakhir ricuh dan akhirnya Luthfi menjadi korban pemukulan.
“Wong 3 ini (korban dan dua dokter koas lain) ini diam khusyuk dengarkan celotehan mak Lady tapi dianggap tidak respon,” tutur isi chat kronologi.
“Si driver mak Lady mulai tidak senang, sudah mulai menarik baju Lutfi dan 1 teman koas perempuan dan akhirnya emosi si driver, terus terjadilah seperti yang di video,” tutup isi chat kronologi.
Akibat insiden penganiayaan tersebut, dokter koas Lutfi harus dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami luka memar di wajahnya akibat dipukuli sopir Lady.
Setelah video tersebut viral, publik pun penasaran dengan sosok Lady Aurellia Pramesti. Lantas siapa sebenarnya Lady Aurellia Pramesti ? Berikut sosoknya.
Profil Lady Aurellia Pramesti
Sosok Lady Aurellia yang dikenal sebagai anak tunggal dari pasutri kaya raya itu diduga merupakan anak pejabat Kementarian PUPR yang memiliki sifat yang kurang disenangi oleh teman-temannya.
Dari kabar yang kini senter terdengar, dinyatakan bahwa Lady dimanja sejak kecil dan sering menjadi pusat perhatian negatif di kalangannya.
“Anak tunggal kaya raya, memang udah dimanja, dan gak disenangi satu angkatan,” ujar seorang narasumber.
Minimnya pertemanan membuat sang ibu ikut campur dengan berusaha seolah membeli teman bagi Lady.
Dengan cara Sri Meilina yang diketahui sering mentraktir teman-teman Lady di restoran mahal seperti Aston dan Novotel, agar mereka mau berteman dengan putrinya.
“Dulu dia sama mamanya sering mentraktir teman-temannya. Awalnya baik, tapi lama-lama mereka merasa dimanfaatkan,” tambah narasumber tersebut.
Lady Aurellia Pramesti memiliki nama akun Instagram @aureelady. Dia mempunyai orang tua bernama Dedy Mandarsyah dan Sri Meilina.
Sindiran Lady Aurellia Pramesti
Dokter Hendra Cipta, seorang dokter bedah yang juga selebgram dengan lebih dari 45,5 ribu pengikut di Instagram, secara terbuka menyindir Lady melalui unggahannya.
Dalam unggahan pada 13 Desember 2024, Hendra menyebut Lady sebagai “anak mama” yang memerlukan izin ibunya dan bodyguard untuk setiap keputusan terkait jadwal jaga.
“Jam jaga adik koas FK UNSRI, mulai Januari 2025 harus ACC mama dan bodyguard. Breaking news,” tulis Hendra dalam unggahannya di akun Instagram @hendracipta_surg.
Sindiran lainnya datang dari Ayman Alatas, seorang residen Mikrobiologi Klinis, yang turut menanggapi kasus ini melalui akun X miliknya.
Ayman menilai para dokter seharusnya sudah memahami risiko jadwal jaga, termasuk bekerja di tanggal merah.
“Ya Allah, itu koas dipukuli cuma gara-gara masalah jadwal jaga. Harusnya paham risiko kalau lagi pendidikan dokter pasti ada kalanya masuk di tanggal merah,” cuit Ayman dengan pengikut sebanyak 236,2 ribu.
Sindiran dari dua dokter ternama ini menuai beragam reaksi, banyak yang mendukung kritik mereka terhadap tindakan Lady, yang dinilai mencoreng etika dan profesionalisme di dunia kedokteran.
Netizen juga menilai sindiran ini sebagai bentuk solidaritas komunitas medis terhadap Luthfi, korban penganiayaan yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara akibat luka memar di wajahnya.***
Sumber: Berbagai Sumber
BACA JUGA
