7 Ciri Skin Barrier yang Rusak, Jerawatan dan Sensitif?

7 Ciri Skin Barrier yang Rusak, Jerawatan dan Sensitif?
7 Ciri Skin Barrier yang Rusak (freepik/freepik)

INIKALSEL.COM – Skin barrier adalah lapisan kulit yang memiliki tiga lapisan berbeda, lapisan terluar atau epidermis mengandung stratum korneum merupakan lapisan yang berfungsi sebagai skin barrier atau pelindung kulit.

Lapisan ini adalah garis pertahanan pertama pada tubuh setiap orang. Di dalam lapisan ini, terdapat komponen bernama korneosit dan lipid, yaitu sel-sel kulit

Maka dari itu pentingnya merawat skin barrier bisa menjadi langkah paling mendasar untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Lalu bagaimana apabila tidak menjaganya? Berikut 7 ciri-ciri skin barrier yang rusak, yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kulit kering dan dehidrasi

Tanda pertama yang ditunjukkan adalah kulit terasa kering dan kusam, karena mengalami dehidrasi akibat kehilangan asupan cairan dalam tubuh.

Saat lapisan kulit ini terganggu, maka kulit tidak dapat mempertahankan kelembapannya lagi secara efektif.

Apabila berlanjut, maka akan menyebabkan munculnya garis halus, kerutan dan kerusakan kulit lainnya.

Sehingga dalam pencegahannya bisa dapat melakukan perawatan kulit dengan memakai produk pelembap yang mengandung gliserin, ceramide, hyaluronic acid, dan squalane.

2. Jerawat dan ruam

Ciri skin barrier yang rusak selanjutnya adalah munculnya jerawat dan ruam. Kulit akan lebih rentang terkena peradangan dan iritasi.

Lebih lanjut, kondisi ini bisa menyebabkan bekas luka, ruam, dan hiperpigmentasi. Sehingga pilihlah produk yang mengandung pH seimbang dengan kulit supaya dapat mencegah munculnya jerawat.

3. Kulit sensitif dan gatal

Ciri selanjutnya adalah kulit menjadi sensitif dan gatal, hingga menyebabkan iritasi. Akibat kulit sensitif maka akan memudahkan zat-zat berbahaya dari luar untuk masuk dan akan memengaruhi kesehatan kulit.

Cara mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan melindungi kulit menggunakan antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E.

4. Tekstur tidak rata

Ciri selanjutnya adalah tekstur kulit tidak rata, seperti munculnya bercak-bercak kasar, serpihan atau permukaan yang tidak rata.

Hal itu dikarenakan skin barrier tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga lapisan terluar tidak dapat melindungi dan memperbarui kulit secara efektif lagi.

5. Kulit terasa perih

Ciri lapisan kulit mengalami kerusakan yakni, kulit akan terasa perih bahkan saat menggunakan produk yang lembut atau bahan dasar air.

Kemungkin hal itu terjadi karena adanya pengelupasan kulit secara berlebihan, akibatnya kulit yang baru akan terbuka dan terasa sensitif.

Sebaiknya, kurangi eksfoliasi dalam sementara waktu supaya kulit bisa berangsur pulih. Lebih baik melakukan eksfoliasi hanya sekali dalam seminggu.

Dapat menggunakan bahan yang lebih lembut, seperti dengan menggunakan asam mandelic. Pasalnya bahan ini dapat mencegah kulit dari kerusakan agar tidak semakin parah.

6. Garis halus semakin terlihat

Tanda lainnya adalah munculnya garis halus yang semakin terlihat, menjadi penanda bahwa skin barrier mengalami kerusakan.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari yang bisa mengenai kulit dalam jangka waktu yang lama.

Sehingga memakai sunscreen setiap hari dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan perawatan lapisan terluar agar bisa mencegah tanda penuaan lebih cepat.

7. Penyembuhan luka lebih lama

Ciri skin barrier rusak terakhir yakni penyembuhan luka lebih lama, pasalnya kelembapan pada kulit yang berkurang dan kemampuan regenerasi yang telah melemah akan memberikan pengaruh pada penyembuhan luka.

Penyembuhan secara alami tersebut akan terjadi dalam proses yang semakin lambat dan kurang efektif.

Nah, itulah 7 ciri skin barrier yang rusak, mulai muncul garis halus, penuaan dini hingga kulit berjerawat karena sensitif.***

Tinggalkan Komentar